DBL 2026/27: Aqua Jadi Mitra Resmi Dance, Fokus Hidrasi

Wulan M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 3 dibaca
Bisik.id
DBL 2026/27: Aqua Jadi Mitra Resmi Dance, Fokus Hidrasi

Gambar atau konten salah?

DBL Indonesia 2026/2027 akan segera dimulai, membawa perubahan signifikan bagi ajang basket antar SMA di Indonesia. Sejak pertama kali digelar pada 2004, DBL telah menjadi ladang bakti bagi para pemain muda, menghasilkan atlet berprestasi seperti Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, Kelvin Sanjaya, Avan Saputra, dan Vincent Rivaldi Kosasih. Di sisi lain, banyak pemain putri yang menorehkan nama di dunia basket nasional, antara lain Dewa Ayu Made Sriartha, Adelaide Callista Wongsohardjo, dan Nathania Claresta Orville.

Konsep student athlete menjadi inti dari DBL. Setiap tim tidak hanya berfokus pada lapangan, tetapi juga pada kegiatan hiburan di luar lapangan, mirip dengan liga NBA di Amerika Serikat. Salah satu elemen unik adalah keharusan setiap tim memiliki tim dance pendamping. Tim ini tidak hanya mendukung secara visual, tetapi juga ikut berkompetisi dalam DBL Dance Competition.

Kompetisi tari ini pernah mencatatkan rekor di MURI pada 1 Januari 2018 sebagai kompetisi dance dengan peserta terbanyak di Indonesia. Dari sana muncul talenta-talenta seperti Dita Karang dan Christy Gardena, anggota Grup No Na. Seiring berjalannya waktu, DBL Dance Competition terus berkembang, menarik minat lebih banyak sekolah dan penonton.

Menjelang musim baru 2026/2027, Aqua resmi menjadi title partner DBL Dance. Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyatakan, “Kami sangat senang menyambut Aqua sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting.” Ia menambahkan, “Kami menyaksikan sendiri peserta DBL Dance itu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun koreografi, berlatih, hingga tampil dengan kostum dan properti yang sering kali membuat mereka merasa gerah. Karena itu, kehadiran partner baru ini dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi.”

Alumni dan peserta juga merasakan manfaat signifikan. Valencia Stephanie Hadasaah, mantan penari SMA IPEKA Puri Jakarta, berbagi, “Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah.”

Perubahan ini bertujuan mendukung pelajar yang aktif berlatih dan berkompetisi, baik di lapangan basket, panggung dance, maupun tribun suporter. Para peserta kini dapat memanfaatkan fasilitas hidrasi yang disediakan, membantu mereka menjaga performa optimal selama persiapan dan pertandingan. Selain itu, dukungan dari orang tua, guru, dan komunitas sekolah semakin diperkuat, menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi.

Dengan adopsi teknologi baru, peningkatan fasilitas, dan kolaborasi dengan perusahaan seperti Aqua, DBL Indonesia 2026/2027 tampak lebih siap menampung generasi muda yang bersemangat. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform bagi para pelajar untuk belajar, bersosialisasi, dan mengasah disiplin kerja keras. Kesempatan ini menegaskan kembali peran DBL sebagai pelopor dalam mengembangkan bakat olahraga dan seni di Indonesia.

DBL IndonesiaDBL Dance CompetitionAquaHydrationStudent AthleteMURIBasketball SMA

Komentar

Memuat komentar...