Bensin AS Turun di Bawah Rp70.816, Selat Hormuz Dibuka Lagi

Bima J. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bensin AS Turun di Bawah Rp70.816, Selat Hormuz Dibuka Lagi

Gambar atau konten salah?

Harga rata‑rata bensin di Amerika Serikat turun di bawah US$ 4 per galon atau setara Rp 70.816 (kurs Rp 17.704) pada Selasa, 16 Juni 2026, pertama kalinya sejak pertengahan April 2026.

Penurunan ini muncul bersamaan dengan sinyal kuat bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak global. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir empat bulan.

Trump menyatakan bahwa teks kesepakatan telah dirilis setelah penandatanganan resmi pada Jumat dan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya. Penurunan harga bahan bakar ini memberikan sedikit keringanan bagi pemerintahan Trump, yang berjanji menurunkan harga energi bagi konsumen.

Menurut data American Automobile Association, harga rata‑rata nasional berada di US$ 4,065 pada Senin. Harga bensin di AS telah naik di atas US$ 4 pada akhir Maret, saat Iran memblokir sebagian besar pengiriman melalui Selat Hormuz yang menangani hampir seperlima aliran minyak global.

Di sisi lain, inflasi konsumen AS naik di atas 4 % pada Mei, pertama kalinya dalam tiga tahun. Perubahan harga bahan bakar ini mencerminkan dampak langsung dari keputusan geopolitik di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, penurunan harga bensin di AS menandai langkah kecil menuju stabilitas energi, meski masih bergantung pada dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran serta kondisi pasar minyak global.

Harga Bensin ASSelat HormuzTrump-IranNota KesepahamanInflasi ASPasokan Minyak GlobalStabilitas Energi

Komentar

Memuat komentar...