Debut Raymond/Joaquin di Kejuaraan Dunia
Gambar atau konten salah?
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, siap menjalani debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Acara bergengsi ini akan berlangsung di New Delhi, India, mulai 17 hingga 23 Agustus. Raymond dan Joaquin mengaku percaya diri bisa membawa pulang medali.
Selain Raymond/Joaquin, Indonesia juga akan menurunkan dua pasangan ganda putra lainnya: Fajar Alfian bersama Muhammad Shohibul Fikri, serta Sabar Karyaman Gutama dan Moh. Reza Pahlevi Isfahani. Ini menjadi momen besar bagi Raymond dan Joaquin yang sebelumnya hanya tampil di level junior.
Pada tahun 2023, mereka pernah merasakan kesuksesan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis junior. Saat itu, Raymond/Joaquin berhasil meraih medali perak di nomor beregu. Kini, mereka akan bertarung untuk pertama kalinya di level senior. Pasangan yang baru saja menjuarai Australia Open 2025 itu bertekad mengulang prestasi serupa.
"Pasti dapat medali sih saya. Soalnya medalinya beda kan, segitiga kalau enggak salah ya?" ujar Joaquin kepada wartawan di Pelatnas PBSI, Cipayung. Ia menambahkan, "Ya intinya saya main Kejuaraan Dunia waktu pas junior. Sekarang bisa ada kesempatan main di senior, pasti ingin menunjukkan juga lah kalau bisa podium."
Raymond pun menyatakan hal serupa. "Ya sama, targetnya medali di World Championships," katanya singkat.
Menurut Nikolaus Joaquin, Kejuaraan Dunia memiliki keunikan tersendiri dibanding turnamen bulutangkis lainnya. Namun, ia dan Raymond tidak ingin terburu-buru. Mereka memilih untuk fokus pada turnamen terdekat lebih dulu.
"Saya lebih ke medali karena lawannya sama saja seperti turnamen sebelumnya. Yang membedakan negara lapangan dan medalinya yang beda. Tapi Kejuaraan Dunia dia lebih bergengsi lagi gitu. Jadi ya, seru sih, bakal seru," tutur Joaquin.
Ia menjelaskan, "Cuma ini ke depan masih ada Jepang dan China, jadi fokus itu dulu. Baru ke World Championships." Dengan kata lain, Japan Open dan China Open 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi prioritas utama mereka sebelum memikirkan Kejuaraan Dunia.
Bagi Raymond dan Joaquin, medali di Kejuaraan Dunia senior bukan sekadar mimpi. Mereka sudah punya pengalaman berharga dari level junior. Kini, tinggal bagaimana mereka bisa tampil konsisten di turnamen-turnamen sebelumnya untuk membangun kepercayaan diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Debut Raymond/Joaquin di Kejuaraan Dunia
Bali Tuan Rumah ICANN87 Oktober 2026
8.035 Pelari Ramaikan Sumsel Bhayangkara Run 2026
22 Ketua DPD II Golkar Sulsel Siap Kawal IAS
Argentina vs Swiss Masih 1-1 di Babak Pertama Extra Time
Harga Emas Antam Anjlok Rp15.000 Per Gram dalam Sepekan
Johnson Kena Penyakit Autoimun Langka di Lambung