Defisit AS 2026 Tembus Rp35.820 Triliun

Putri N. · 3 min baca · 2 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Defisit AS 2026 Tembus Rp35.820 Triliun

Gambar atau konten salah?

Defisit anggaran Amerika Serikat pada tahun fiskal yang berakhir 30 September 2026 mencapai angka yang sangat besar, yaitu US$ 1,99 triliun. Jika dikonversi dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 35.820 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar US$ 217 miliar dari defisit tahun fiskal 2025 yang tercatat sebesar US$ 1,78 triliun.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters pada Minggu, 18 Oktober 2026, defisit tahun 2026 ini menjadi yang terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Lebih dari itu, angka ini juga menempati posisi sebagai defisit terbesar ketiga sepanjang sejarah Amerika Serikat. Rekor defisit terbesar masih dipegang oleh tahun fiskal 2021, ketika defisit mencapai US$ 2,77 triliun akibat pengeluaran besar-besaran untuk penanganan pandemi COVID-19.

Data yang dirilis oleh Departemen Keuangan AS menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang memicu membengkaknya defisit pada tahun fiskal 2026. Salah satu penyebab utamanya adalah pengembalian bea masuk dalam jumlah besar. Selain itu, pengeluaran untuk membayar bunga utang negara juga menjadi beban berat, mengingat total utang AS kini telah menembus angka lebih dari US$ 40 triliun.

Faktor lainnya adalah peningkatan pengeluaran untuk program tunjangan sosial. Belanja di sektor pertahanan juga melonjak sebesar US$ 48 miliar, yang turut berkontribusi pada membesarnya angka defisit. Di sisi lain, penerimaan pemerintah AS sebenarnya mencatatkan rekor baru. Pendapatan negara mencapai US$ 5,40 triliun, naik 3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5,24 triliun. Namun, kenaikan pendapatan ini tidak sebanding dengan laju pengeluaran. Belanja pemerintah meningkat lebih tinggi, yakni 6%, menjadi US$ 7,40 triliun dari US$ 7,01 triliun pada tahun fiskal 2025.

Salah satu pos pengeluaran yang paling membebani adalah pembayaran bunga utang. Pengeluaran untuk pos ini mencapai rekor baru sebesar US$ 1,36 triliun. Angka ini meningkat US$ 144 miliar, atau setara dengan kenaikan 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Total utang AS sendiri baru saja menembus angka US$ 40 triliun sekitar dua bulan yang lalu.

Faktor lain yang membuat defisit semakin melebar adalah penurunan penerimaan dari tarif bersih. Penerimaan dari sektor ini turun sebesar US$ 22 miliar. Penyebabnya adalah putusan Mahkamah Agung AS tahun ini yang membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan oleh mantan Presiden Trump selama tahun pertamanya menjabat. Keputusan hukum ini memicu pengembalian dana tarif sebesar US$ 145 miliar sepanjang tahun ini. Akibatnya, pendapatan tarif bersih turun 11% menjadi sekitar US$ 173 miliar.

Sementara itu, pengeluaran untuk pertahanan pada tahun ini meningkat 6% menjadi US$ 917 miliar. Seorang pejabat dari Departemen Keuangan AS belum memberikan penjelasan yang jelas mengenai seberapa besar peningkatan belanja pertahanan ini terkait dengan konflik yang dimulai oleh Trump dan Israel melawan Iran pada awal tahun ini.

Pejabat Departemen Keuangan juga menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,2% untuk tahun fiskal 2026. Namun, mereka menolak untuk menyebutkan perkiraan PDB mana yang digunakan sebagai dasar perhitungan. Sebagai perbandingan, rasio defisit terhadap PDB aktual pada tahun fiskal 2025 adalah sebesar 5,8%.

Untuk bulan September, yang merupakan bulan terakhir dari tahun fiskal 2026, Departemen Keuangan melaporkan adanya defisit sebesar US$ 27 miliar. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana pemerintah AS justru mencatatkan surplus sebesar US$ 198 miliar.

Defisit yang terus membengkak ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan negara mencapai rekor, laju belanja pemerintah jauh lebih cepat. Beban bunga utang yang semakin besar dan pengembalian tarif akibat keputusan pengadilan menjadi faktor utama yang sulit dihindari. Kondisi ini menjadi tantangan fiskal yang serius bagi pemerintah AS ke depannya.

defisit anggaran AS2026US$ 1,99 triliunbunga utangpengembalian bea masukbelanja pertahananpenerimaan negara

Komentar

Memuat komentar...