Dimas Fajar Prasetyo: Tidak Terlibat Penelitian Palsu

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Dimas Fajar Prasetyo: Tidak Terlibat Penelitian Palsu

Gambar atau konten salah?

Satu per satu nama yang dicatut dalam dugaan riset palsu mulai buka suara. Pada 30 Mei 2026, peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dimas Fajar Prasetyo, mengirim keterangan tertulis yang menegaskan bahwa namanya tidak terlibat pada publikasi yang viral.

“Saya mengklarifikasi dan menegaskan bahwa itu BUKAN SAYA dan tidak berkaitan dengan diri saya dalam bentuk apa pun,” ujarnya. Pernyataan ini diterima pada hari Sabtu (30 Mei 2026) dan segera disebarluaskan ke media.

Judul artikel yang menampilkannya, “Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?”, mencantumkan lima penulis: Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, dan Dimas Fajar Prasetyo.

Di dalam artikel, afiliasi Dimas tertulis berasal dari School of Biomedical Engineering, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya, Indonesia. Namun, institusi tersebut tidak memiliki departemen dengan nama tersebut.

“Saya tidak pernah sama sekali membuat penelitian tersebut, terlibat dalam penelitian tersebut, mengikuti kegiatan tersebut, maupun mengetahui dan bekerja sama dengan penulis dalam penelitian tersebut,” jelas Dimas. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam proses pembuatan atau publikasi.

Di BRIN, bidang kepakarannya adalah Offshore and Marine Systems Engineering. Sebagai akademisi dan peneliti, ia berkomitmen untuk memperdalam keahliannya sesuai bidang yang ditekuni.

Oleh karena itu, “sebagaimana diberitakan bahwa nama saya tercantum dalam beberapa penelitian yang sangat berbeda di luar bidang kepakaran saya, hal tersebut jelas tidak sejalan dengan aktivitas akademik maupun profesional yang selama ini saya jalankan,” tegasnya.

ITS, yang disebutkan dalam dugaan riset palsu, memberikan klarifikasi resmi. “Tidak terdapat departemen bernama School of Biomedical Engineering sebagaimana tercantum dalam artikel yang beredar,” tulis ITS. “Secara resmi, ITS menggunakan nama Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering dalam konteks nasional maupun internasional.”

ITS juga menegaskan bahwa Departemen Teknik Biomedik tidak terlibat dalam penelitian tersebut. “Tidak ada keterlibatan Departemen Teknik Biomedik ITS dalam bentuk apa pun pada penelitian tersebut, baik dari dosen, tendik, mahasiswa, maupun fasilitas laboratorium,” lanjutnya.

Institusi mengonfirmasi bahwa Dimas Fajar Prasetyo memang merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS. Namun, kampus menegaskan bahwa pencantuman namanya dilakukan tanpa persetujuan.

Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, menegaskan bahwa ITS menjunjung tinggi integritas akademik, etika penelitian, serta kejujuran ilmiah sebagai prinsip utama dalam seluruh kegiatan akademik dan riset.

“ITS turut menghormati klarifikasi, verifikasi, dan investigasi yang dilakukan pihak terkait, serta mendorong kehati-hatian dalam penelusuran informasi agar tidak terjadi penyimpulan yang tidak berdasarkan fakta,” tuturnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi data dan kredensial penulis dalam publikasi ilmiah. Ketika nama muncul di luar bidang keahlian, transparansi dan klarifikasi cepat menjadi kunci untuk menjaga reputasi akademik dan kepercayaan publik.

Dimas Fajar PrasetyoPusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRINITSriset palsukredensial penuliskebijakan publikasiintegritas akademik

Komentar

Memuat komentar...