Dispenser Air Terlalu Boros Listrik, Ini Cara Hemat

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dispenser Air Terlalu Boros Listrik, Ini Cara Hemat

Gambar atau konten salah?

Di banyak rumah, dispenser air menjadi alat yang tak terpisahkan. Penghuninya dapat meminum air panas atau dingin hanya dengan menekan tombol, tanpa harus menunggu lama. Namun, semua ini memerlukan listrik.

Penggunaan listrik terus-menerus membuat sebagian orang khawatir tagihan listrik akan melonjak. Apakah benar dispenser yang terus menyala memang boros? Berikut penjelasannya.

Menurut Thirsty Work, dispenser air tidak disarankan untuk dinyalakan secara terus-menerus. Perangkat ini membutuhkan konsumsi listrik yang cukup besar untuk menghasilkan air dingin atau panas. Jika dispenser menyala selama 24 jam, komponen di dalamnya terus bekerja untuk menjaga suhu air tetap stabil. Kondisi ini membuat energi yang dikonsumsi meningkat secara signifikan.

Besarnya daya listrik bervariasi tergantung model. Rata‑rata daya dispenser berada di kisaran 150–500 Watt. Saat memproduksi air panas, dispenser dapat memakan sekitar 300–500 Watt; sedangkan untuk air dingin, hanya sekitar 70–100 Watt. Karena itu, menyalakan dispenser sepanjang hari dapat menguras banyak energi.

Beruntung, teknologi baru telah membawa perubahan. Dispenser modern biasanya dilengkapi mode hemat energi. Begitu suhu air mencapai target, mesin akan berhenti bekerja secara otomatis. Meski masih memakan listrik, konsumsi energi menjadi lebih efisien dibanding model lama. Namun, harga model ini biasanya lebih tinggi.

Berikut faktor-faktor lain yang dapat membuat dispenser boros listrik, menurut Regal Flow:

  • Menyalakan air panas dan dingin secara bersamaan, sehingga mesin bekerja ekstra.
  • Menempatkan dispenser di ruangan panas atau terpapar sinar matahari langsung, memaksa pendingin bekerja keras.
  • Tak menggunakan fitur saving mode atau mode hemat, yang bisa mengurangi konsumsi listrik.

Jika rumah akan kosong beberapa hari, pastikan untuk mencabut dispenser dari stop‑kontak. Periksa juga tombol air panas dan dingin sudah dimatikan agar listrik tidak terbuang.

Secara keseluruhan, dispenser air memang memerlukan listrik, namun dengan penggunaan yang bijak dan teknologi yang tepat, konsumsi energi dapat dikendalikan. Memahami perbedaan daya antara air panas dan dingin serta memanfaatkan mode hemat dapat membantu menjaga tagihan tetap terjaga.

Dispenser airkonsumsi listrikmode hemat energitagihan listrikdaya wattair panasair dinginpenggunaan terus-menerus

Komentar

Memuat komentar...