Dolar Mendekati Rp 18.000, Rupiah Melemah
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan Jumat, 24 Juli. Mata uang Negeri Paman Sam itu kini mendekati level Rp 18.000.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS dibuka pada level Rp 17.976 pagi ini, naik 0,22% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis, 23 Juli, dolar AS ditutup di angka Rp 17.936.
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya cukup bervariasi. Terhadap euro, dolar AS menguat tipis 0,05%. Sementara terhadap poundsterling Inggris, dolar AS juga naik 0,02%. Penguatan juga terjadi terhadap dolar Australia sebesar 0,09%.
Di sisi lain, dolar AS justru melemah terhadap franc Swiss sebesar 0,02%. Pelemahan juga terjadi terhadap yen Jepang sebesar 0,04% dan dolar Kanada sebesar 0,07%.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah ini terjadi di tengah pergerakan yang tidak seragam terhadap mata uang global lainnya. Beberapa mata uang negara maju justru berhasil menguat di hadapan dolar AS pada hari yang sama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
