Dr. Chen Ungkap 4 Kebiasaan Sehari-hari Menambah Umur Sehat

Nita W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Dr. Chen Ungkap 4 Kebiasaan Sehari-hari Menambah Umur Sehat

Gambar atau konten salah?

Ketika usia bertambah, tubuh cenderung lebih rentan terhadap penyakit kronis. Menjaga kebugaran dan mencegah gangguan sejak dini menjadi kunci agar tubuh tetap sehat dan umur panjang. Seorang dokter spesialis umur panjang menekankan pentingnya langkah preventif ini.

“Jika seseorang berada di ambang penyakit, jauh lebih mudah untuk memulihkannya daripada membiarkan mereka jatuh dari tebing dan mencoba memulihkannya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Agar orang tetap benar-benar sehat dan mengoptimalkan umur panjang serta fungsi mereka, kuncinya adalah selalu selangkah lebih maju.”

Selama bertahun‑tahun, ia telah mengamalkan beberapa kebiasaan harian yang diyakini dapat menekan risiko kematian dini. Berikut adalah kebiasaan tersebut.

1. Tidur Cukup Setiap Malam

Dr. Chen menilai tidur sebagai kebiasaan paling penting. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga diabetes tipe 2. Ia berusaha tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam, sesuai rekomendasi dokter. Selain itu, ia juga melakukan tes sleep apnea—kondisi di mana napas berhenti sementara saat tidur dan menurunkan kadar oksigen. Meski tidak mendengkur dan tidak kelebihan berat badan, ia tetap memeriksakan diri.

“Mengetahui betapa pentingnya tidur untuk kesehatan otak dan kardiovaskular, saya melakukan tes itu. Saya juga sangat suka tidak menebak‑nebak kesehatan Anda,” terangnya.

2. Pola Makan Seimbang

Seringkali orang hanya fokus pada olahraga, lupa menjaga kualitas makanan harian. Dr. Chen menilai pola makan adalah fondasi penting agar tubuh bisa memperbaiki dan menjaga diri sendiri. Ia memilih protein sebagai dasar menu, seperti ayam panggang, salmon, atau udang. Selain itu, ia memperbanyak sayuran, seperti brokoli, kembang kol, mentimun, paprika, hingga sayuran hijau campur. Ia juga menekankan pentingnya makan sayuran berwarna‑warni karena kaya serat dan memiliki manfaat antiinflamasi.

“Terkadang, orang hanya makan bayam atau itu satu‑satunya salad yang mereka makan,” kata Dr. Chen.

Ia rutin memeriksa darah untuk mengetahui kadar vitamin, lalu mengonsumsi suplemen seperti vitamin B dan vitamin D bila diperlukan. “Tanpa dasar pola makan yang tepat, sangat sulit bagi tubuh untuk membangun atau menyembuhkan diri,” ujarnya.

3. Puasa Intermiten dan Minuman Sehat

Dr. Chen menjalani puasa intermiten, pola makan dengan batas waktu tertentu. Ia biasanya tidak makan dari pukul 21.00 hingga 14.00 keesokan harinya. Menurutnya, kebiasaan ini membantu meningkatkan energi dan mengurangi peradangan tubuh. Namun, ia menegaskan metode ini tidak cocok untuk semua orang.

“Setiap orang berbeda,” katanya, sambil menyarankan konsultasi ke dokter sebelum mencobanya.

Selama puasa, ia tetap minum air putih dan teh hijau. Teh hijau dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan otak dan jantung, serta berpotensi membantu menurunkan kolesterol.

4. Rutin Olahraga Kardio dan Latihan Kekuatan

Ia menargetkan olahraga setiap jam 06.00 pagi selama seminggu, minimal 30 menit, idealnya 45 menit. Latihan terdiri dari kombinasi kardio dan latihan kekuatan. Ia biasanya memulai dengan sepeda statis atau treadmill sekitar 20 menit, lalu dilanjutkan latihan perut, kaki, dan lengan. Gerakan yang dipilih melibatkan kombinasi, seperti squat dengan overhead press atau plank.

“Latihan kekuatan penting karena massa otot akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia,” jelasnya. “Olahraga merupakan faktor besar untuk kesehatan kardiovaskular, kesehatan otak, kesehatan metabolisme, hampir semuanya,” tambahnya.

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana namun konsisten, risiko penyakit kronis dan kematian dini dapat ditekan. Kuncinya bukan menunggu sakit, melainkan mulai menjaga tubuh dari awal.

Kesimpulannya, kombinasi tidur cukup, pola makan seimbang, puasa intermiten, dan olahraga teratur dapat menjadi strategi efektif untuk memperpanjang umur dan menjaga kesehatan. Praktik yang sederhana ini, bila dijalankan secara konsisten, dapat memberikan dampak positif bagi tubuh dalam jangka panjang.

kebugaranpola makan seimbangpuasa intermitenolahraga kardiokesehatan jantungumur panjang

Komentar

Memuat komentar...