Masa Baru 1448 H: Doa dan Puasa Muharram Diangkat 2026
Gambar atau konten salah?
Setiap pergantian tahun Hijriyah menjadi momen penting bagi umat Islam untuk menilai diri dan meningkatkan ibadah. Pada 10 September 2026, ketika 1 Muharram 1448 H tiba, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk memanjatkan doa, memohon ampunan, dan berharap keberkahan di tahun yang baru.
Selain membaca doa, terdapat rangkaian amalan yang dianjurkan untuk memulai tahun Hijriyah. Amalan‑amalan tersebut meliputi berdzikir, berdoa, bersedekah, dan menjalankan puasa sunah. Tujuannya agar perjalanan spiritual selama setahun ke depan dimulai dengan langkah yang baik.
Berikut doa awal tahun Hijriyah yang diambil dari buku Majmu' Ad-Da'awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan karya Ust. Risky Aviv Nugroho, M.Pd. Doa ini berbunyi:
«اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ»
«Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.»
«Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.»
Al-Qurthubi, sebagaimana dikutip As‑Suyuthi dalam Ad‑Dibaj 'ala Shahih Muslim, menekankan pentingnya puasa di bulan Muharram. Ia berkata: «Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.»
Menurut Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, bulan Muharram menonjolkan ibadah puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan kepada umatnya. Di bulan ini terdapat beberapa hari yang dianjurkan untuk puasa sunnah, salah satunya adalah puasa Asyura yang jatuh pada 19 September 2026. Kata “Asyura” berasal dari “asyara” yang berarti sepuluh, sehingga puasa Asyura dilakukan pada tanggal sepuluh Muharram.
Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)
Dengan membaca doa awal tahun dan mengisi bulan Muharram dengan amalan yang dianjurkan, umat berharap dapat menjalani tahun Hijriyah 1448 H (2026‑2027) dengan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (astj/astj)
Melalui doa dan puasa, umat Islam berusaha memperkuat hubungan spiritual mereka sepanjang tahun 1448 H, memulai perjalanan spiritual dengan langkah yang penuh kesadaran dan harapan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
