Dr. Rachel Paul Ungkap Cara 30 Detik Hentikan Binge Eating
Gambar atau konten salah?
Berbagai orang seringkali makan lebih banyak dari yang mereka butuhkan, terutama saat sedang stres atau merasa bosan. Jika kebiasaan ini dibiarkan, bisa berkembang menjadi pola makan yang tidak terkendali, yang dikenal dengan istilah binge eating. Untuk mengatasi hal tersebut, seorang ahli gizi telah mengungkapkan cara sederhana yang dapat menghentikan kebiasaan makan berlebihan hanya dalam waktu singkat.
Dr. Rachel Paul, yang memaparkan metode ini dalam sebuah video di media sosial, mengungkapkan bahwa teknik ini hanya memerlukan 30 detik. Ia mengatakan, “Anda bisa saja sedang makan berlebihan, dan cara ini dapat langsung menghentikannya.” Metode ini dibagikan pada 17 April 2026, dan dirancang agar mudah diikuti kapan saja.
Langkah pertama memakan waktu 15 detik. Pada periode ini, Dr. Paul menyarankan melakukan aktivitas fisik ringan sebagai gangguan terhadap dorongan makan. Contohnya, menempatkan tangan di dada sambil menarik napas dalam-dalam, melakukan peregangan, jumping jack, atau memutar tubuh. Gerakan-gerakan sederhana ini membantu mengalihkan perhatian tubuh dari keinginan makan berlebih.
Setelah itu, 15 detik berikutnya digunakan untuk memperkuat mental. Dr. Paul menekankan pentingnya mengulang kalimat afirmasi, seperti “Saya masih bisa makan ini besok” atau “Saya yang mengendalikan diri, bukan makanan.” Dengan cara ini, sistem saraf dapat tenang dan kontrol diri dapat dipulihkan.
Ia juga menegaskan bahwa sesekali mengalami binge eating masih dianggap wajar. Namun, bila kebiasaan tersebut terjadi setidaknya sekali dalam seminggu selama tiga bulan, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai binge eating disorder. Ini menunjukkan pentingnya mengenali pola dan mencari bantuan bila diperlukan.
Gangguan binge eating tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik—seperti peningkatan berat badan, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung—tetapi juga memengaruhi kesehatan mental. Penderita sering mengalami depresi, kecemasan, dan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Oleh karena itu, kesadaran akan konsekuensi ini penting bagi setiap orang.
Jika metode sederhana ini tidak cukup membantu, Dr. Paul merekomendasikan terapi psikologis dan pendampingan ahli gizi. Pendekatan tersebut dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan mengendalikan kebiasaan makan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, metode 30 detik ini menawarkan alat cepat untuk mengatasi momen makan berlebihan. Namun, ia tidak menggantikan perawatan profesional. Bagi mereka yang mengalami pola makan tidak terkontrol secara rutin, langkah pertama adalah mencari bantuan medis atau konseling yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
