Driver Ojek Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo 2026
Gambar atau konten salah?
Di hari wisuda UIN Walisongo pada 01 Februari 2026, nama Muhammad Kanzul Fikri bersinar ketika diumumkan sebagai wisudawan terbaik. Momen itu menjadi sorotan karena Kenzo, yang dikenal sebagai driver ojek online, menorehkan prestasi luar biasa.
Walaupun pekerjaannya berada di sektor informal, Kenzo tetap menempatkan studi S2 sebagai prioritas utama. Ia tidak pernah menganggap pekerjaan sebagai penghalang, melainkan sebagai sumber pendanaan bagi pendidikan.
Keberhasilannya terlihat jelas ketika ia menyelesaikan S2 dalam waktu hanya tiga semester. “Awalnya target saya sederhana, hanya ingin segera lulus agar tidak membayar UKT lagi, tapi Allah justru memberi hadiah luar biasa ini,” ungkapnya, dikutip dari laman UIN Walisongo pada 26 Maret 2026.
Pengumuman itu datang saat Kenzo sedang menunggang motor pulang. Ketua program studi mengabari melalui pesan WhatsApp. “Sepanjang perjalanan saya benar-benar menangis. Saya teringat liku‑liku kuliah S2 yang penuh plot twist selama tiga semester ini,” jelas Kenzo, matanya basah karena kebahagiaan.
Kerja kerasnya terbayar ketika ia mempresentasikan tesis berjudul “Tradisi Sedekah Rawa Pening di Era Digital.” Dalam riset tersebut, Kenzo menelusuri bagaimana masyarakat di wilayah tersebut mempertahankan nilai religiusnya. “Temuan menariknya adalah tradisi lokal ini tidak mati, melainkan bertransformasi menjadi lebih religius dan rasional berkat peran generasi muda yang memanfaatkan media digital sebagai ruang pelestarian baru,” tambahnya.
Kenzo tidak hanya mengandalkan bantuan beasiswa. Ia membiayai S1 dan S2 dari hasil ngojol. Pengalaman ini membuatnya merasakan manfaat nyata dari pekerjaannya. Ayahnya juga seorang driver ojol, sementara ibunya pernah mengajar sebagai guru honorer. Sayangnya, ibunya tidak dapat menyaksikan keberhasilannya karena sudah wafat.
“Bapak dan Ibu selalu berpesan bahwa mereka tidak bisa mewariskan harta, hanya ilmu yang bisa diwariskan. Gelar ini adalah kado untuk mereka,” kata Kenzo, mengekspresikan rasa syukur atas dukungan orang tua.
Ketika ditanya tentang strategi belajar sambil bekerja, Kenzo menekankan pentingnya manajemen waktu. Ia memanfaatkan malam hari untuk belajar setelah menarik ojek. “Prinsip saya ibadah nomor satu. Kalau kita mengejar akhirat, insyaallah dunia mengikuti. Di sela menarik ojek atau nugas, shalat tepat waktu tetap saya usahakan,” ujarnya.
Setelah lulus S2, Kenzo menargetkan melanjutkan ke jenjang S3 jika ada kesempatan melalui beasiswa atau rezeki. Ia berharap dapat memperdalam ilmu dan terus berkontribusi pada masyarakat.
Perjalanan Kenzo menunjukkan bahwa tekad, manajemen waktu, dan dukungan keluarga dapat mengatasi keterbatasan ekonomi. Ia menjadi contoh bagi banyak driver ojol yang ingin menempuh pendidikan tinggi tanpa mengorbankan pekerjaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Indonesia Siap Hadapi Australia di Semifinal AFF U‑19 11 Juni
Piala Dunia 2026: Batas Waktu Gawang dan Throw-In 5 Detik
Pesta Siaga Kwarran Mojoroto di GOR Kediri Fokus Karakter
Toronto Siap Sambut Piala Dunia 2026 lewat PATH Bawah Tanah
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026 di 48,8% Wilayah
