Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Gambar atau konten salah?
Manchester United sedang menyiapkan penjualan kiper utama mereka, Andre Onana, ke klub lain di Liga Inggris. Namun, hingga kini, tidak ada klub yang berminat, karena gaji yang dianggap terlalu tinggi.
Onana kembali ke Old Trafford setelah masa pinjamannya di Trabzonspor, klub Turki. Ia akan ikut latihan pramusim bersama rekan satu tim.
Meskipun klub sudah membuka opsi penjualan ke klub Liga Inggris, tidak ada penawaran yang masuk. Salah satu alasan utamanya adalah gaji yang tinggi.
Gaji Onana adalah 170 ribu Pounds per pekan, setara Rp 4 miliar. Angka ini merupakan gaji asli setelah United lolos ke Liga Champions pada musim 2026/27.
Pada musim kemarin, Onana dan pemain lain mengalami potongan gaji 25 persen karena tidak tampil di kompetisi antarklub Eropa.
Onana masih terikat kontrak hingga musim panas 2028. Berusia 30 tahun, ia tetap percaya diri dan berpotensi menjadi kiper utama Setan Merah kembali.
Dengan situasi ini, klub harus menimbang antara kebutuhan gaji tinggi dan ketersediaan pemain. Sementara itu, Onana tetap menjadi aset berharga bagi Manchester United.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
