Dyson Spot+Scrub AI: Robot Vakum 18.000Pa, Harga Rp18 Juta
Gambar atau konten salah?
Dyson kembali memperkenalkan robot vakum Spot+Scrub AI, sebuah perangkat yang menggabungkan fungsi penyedot debu dan pel lantai. Dengan daya hisap 18.000Pa dan sistem pel otomatis yang menggunakan air panas, produk ini menawarkan teknologi mutakhir bagi konsumen rumah pintar. Namun, harga Rp 18 jutaan menimbulkan pertanyaan: apakah performa robot ini benar-benar sebanding dengan biaya yang dikeluarkan?
Desain Spot+Scrub AI mengalami perubahan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, 360 Vis Nav. Bentuknya kini lebih bulat dan standar, sementara sistem navigasinya digantikan oleh kombinasi Lidar dengan pengenalan rintangan berbasis kamera AI. Uji coba menunjukkan robot ini bergerak lincah, menghindari rintangan seperti sepatu, kaus kaki, dan kabel. Meski demikian, kami menemukan satu kelemahan: ketika robot menelusuri lantai, ia sempat menyedot kantong plastik kecil yang kemudian terjebak pada sistem sikat bawah, mengganggu jalur pulang ke docking.
Keunggulan navigasi ini juga memungkinkan Spot+Scrub AI menyelinap di bawah kaki kursi tanpa banyak menabrak. Namun, robot ini tampaknya tidak dapat mengenali rintangan yang sedikit lebih tinggi. Rak dengan bagian atas yang lebih tebal sering menjadi sasaran tabrakan, terutama karena bodi robot ini cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi Lidar sangat canggih, masih ada ruang untuk peningkatan deteksi objek vertikal.
Dyson tetap mempertahankan fitur-fitur eksklusif yang sudah dikenal pada produk vakum lainnya. Laser hijau ikonik, yang awalnya dikembangkan untuk stick vacuum, kini digunakan untuk mendeteksi debu mikroskopis. Tabung debu cyclonic berwarna blurple (biru‑ungu) di dock station menggantikan kantong debu sekali pakai, sehingga pengguna dapat melihat secara transparan berapa banyak debu yang tersisa. Sistem hidrasi 12‑titik memastikan roller microfiber pel dapat mencuci diri secara konstan saat bergerak di atas lantai.
Dalam uji coba lantai keras, Spot+Scrub AI menunjukkan performa yang memuaskan. Daya hisap 18.000Pa mampu mengangkat keripik, bubuk kopi, dan debu dari roda kursi kerja dalam satu kali jalan. Namun, ketika diuji di atas karpet tebal, sikat tengah yang terbuat dari kombinasi karet dan bulu tidak bekerja maksimal. Sikat tersebut mudah terlilit rambut setelah beberapa kali penggunaan, dan robot mengeluarkan suara berisik saat mencoba menaiki karpet. Keset kamar mandi berbahan kain tipis juga sering terjebak saat dilewati.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi MyDyson. Aplikasi ini memungkinkan pembuatan zona yang harus dihindari, menampilkan denah rumah, serta membagi ruangan agar robot hanya membersihkan area yang diinginkan. Pengaturan tambahan seperti jadwal pembersihan dan mode khusus juga dapat diatur melalui aplikasi.
Sebagai robot pel, Spot+Scrub AI bekerja dengan baik. Roller mop microfiber berwarna biru dapat bergeser hingga 4 cm ke luar bodi robot, menjangkau sudut dan tepi lantai. Dock station tidak hanya mencuci, tetapi juga mengeringkan pel secara andal. Namun, proses pembersihan ini menimbulkan masalah. Bagian sikat bawah robot cepat lengket dan kotor, sehingga base station dan area sekitarnya sering dipenuhi debu yang jatuh saat proses docking. Proses pembersihan berisik, terutama saat debu dipindahkan ke tabung debu dan saat roller mop menyedot air bersih serta memindahkan air kotor ke tabung air kotor.
Kesimpulannya, keputusan Dyson untuk menerapkan teknologi Lidar menghasilkan sistem navigasi dan penghindaran rintangan terbaik yang pernah ada di lini robot mereka. Dock station transparan menjadi inovasi yang memanjakan pengguna. Kelebihan utama meliputi:
- Navigasi Lidar dan AI yang cerdas dalam menghindari rintangan.
- Dock tanpa kantong debu, menghemat biaya perawatan.
- Performa pel lantai keras yang memuaskan, termasuk jangkauan tepi yang baik.
Kekurangan yang perlu diperhatikan:
- Harga yang tinggi.
- Sikat mudah terlilit rambut dan kurang bertenaga di karpet tebal.
- Fitur deteksi noda AI belum bekerja maksimal.
- Bodi robot dan area dock cepat kotor.
Secara keseluruhan, Spot+Scrub AI menargetkan konsumen yang menghargai teknologi canggih dan kemudahan perawatan. Meskipun harganya mahal, fitur navigasi cerdas dan dock inovatif memberikan nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan kebersihan lantai keras. Namun, bagi mereka yang sering menggunakan karpet tebal atau memiliki banyak rambut, perbaikan pada sikat dan deteksi rintangan vertikal akan menjadi kunci peningkatan pengalaman pengguna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Motorola Razr Fold Hanya Rilis 1 Varian RAM di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp25,5 Juta
Motorola Luncurkan Moto Buds 2 Plus dan Moto Buds 2 di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp 29,9 Juta
Tecno Pova 8 5G Resmi, Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
