Ekonomi China Tumbuh 4,5% di Kuartal III 2026
Gambar atau konten salah?
Perekonomian China mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,5 persen pada kuartal ketiga tahun 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mengalami kenaikan tipis dari capaian kuartal sebelumnya yang berada di level 4,3 persen.
Biro Statistik Nasional (NBS) China melaporkan bahwa total nilai output ekonomi selama sembilan bulan pertama tahun 2026, atau periode Januari hingga September, mencapai 107,11 triliun yuan. Jika dikonversi ke dolar Amerika Serikat, angka tersebut setara dengan US$ 15,94 triliun. Secara kumulatif, ekonomi negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua di dunia ini tumbuh sebesar 4,6 persen sepanjang tiga kuartal pertama tahun 2026.
Wakil Kepala NBS, Mao Shengyong, mengungkapkan bahwa pertumbuhan PDB sebesar 4,6 persen dalam sembilan bulan pertama tersebut masih sesuai dengan target tahunan yang ditetapkan pemerintah. "Perekonomian nasional terus melangkah maju di tengah tekanan dan terus beralih menuju pembangunan berkualitas tinggi yang didorong oleh inovasi, dengan perubahan positif yang semakin besar pada indikator-indikator utama," ujar Mao dalam pernyataan yang dikutip dari Xinhua pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Mao menyebutkan bahwa perekonomian China berhasil menambah output sebesar 5,7 triliun yuan pada periode Januari hingga September 2026. Penambahan ini menjadi yang terbesar untuk rentang waktu yang sama dalam lima tahun terakhir. "Pada kuartal III, pertumbuhan PDB meningkat 0,2 poin persentase dari kuartal II. Sementara beberapa lembaga internasional memperkirakan ekonomi utama dunia diperkirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya," jelas Mao.
Sektor teknologi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi China. Berdasarkan estimasi awal, motor penggerak pertumbuhan baru menyumbang lebih dari 40 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi di tiga kuartal pertama tahun ini. Nilai tambah sektor industri pengolahan tercatat naik 5,3 persen. Sektor manufaktur peralatan naik 10,2 persen, sementara manufaktur teknologi tinggi melonjak hingga 14,3 persen.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada produk-produk berbasis teknologi canggih. Peralatan pencetakan 3D melesat hingga 62,5 persen, sektor baterai lithium-ion melonjak 39,5 persen, dan robot industri terbang 29,1 persen. Sektor jasa juga turut menyumbang pertumbuhan positif sebesar 5,2 persen. Sektor transmisi informasi, perangkat lunak, dan layanan teknologi informasi melesat 10,4 persen, disusul layanan penyewaan dan bisnis yang tumbuh 12,3 persen.
Dari sisi perdagangan internasional, impor dan ekspor barang naik 18,8 persen secara tahunan menjadi 39,94 triliun yuan pada tiga kuartal pertama. Impor naik 22,3 persen. Khusus pada September, sektor perdagangan tumbuh 27,5 persen. Di pasar tenaga kerja, tingkat pengangguran perkotaan stabil di angka 5,2 persen sepanjang tiga kuartal pertama. Angka ini sempat turun tipis 0,1 poin persentase pada September lalu.
Pendapatan disposable atau pendapatan yang dapat dibelanjakan per kapita masyarakat juga ikut terkerek naik 5,3 persen secara nominal atau 4,4 persen secara riil. Meski penjualan ritel barang konsumsi tumbuh moderat di angka 1,1 persen, ritel jasa tumbuh 5 persen. Mao menambahkan bahwa konsumsi energi per unit PDB turun 3,1 persen selama periode tersebut.
China berencana meningkatkan upaya untuk memperluas permintaan domestik, memperbaiki pasokan, dan membuat kebijakan makro menjadi lebih efektif. Tujuannya adalah menjaga momentum positif dari pembangunan berkualitas tinggi yang didorong oleh inovasi. Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2026 menunjukkan bahwa negara tersebut masih mampu mempertahankan laju ekspansi ekonominya di tengah ketidakpastian global. Sektor teknologi dan manufaktur canggih menjadi motor utama yang mendorong pencapaian ini, sementara sektor jasa dan perdagangan internasional juga memberikan kontribusi yang tidak bisa diabaikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
32 Perusahaan Hutan Dibekukan Menteri, 1,9 Juta Hektare Terdampak
BI Perpanjang Aturan LTV 100% Hingga 2027
Prabowo Peringatkan MSCI, Indonesia Tak Gentar
BI Siap Cabut Izin Merchant QRIS yang Terlibat Judi Online
IHSG Menguat 0,94% ke 5.328 Usai Anjlok 1%
CIMB Niaga Kaji Delisting, Harga Saham Dianggap Terlalu Rendah
