Elsbeth de Jager Cari Rumah Kakek Buyut di Magelang

Ika P. · 3 min baca · 19 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Elsbeth de Jager Cari Rumah Kakek Buyut di Magelang

Gambar atau konten salah?

Elsbeth de Jager, seorang wanita asal Belanda, datang ke Magelang untuk menelusuri rumah yang pernah ditempati oleh kakek buyutnya, Johanes Dionijsius Winnen (JD Winnen). Namun, ketika mencoba menelusuri jejak masa lalu, ia menemukan kendala penting.

Di Museum Mosvia, bekas markas Polres Magelang Kota, Elsbeth berbicara dengan media. Ia mengungkapkan bahwa satu-satunya petunjuk yang dimilikinya adalah kartu pos kakek buyut yang tidak memberi alamat pasti.

“Sekarang saya mencari rumah tempat kakek buyut (Magelang). Karena saya napak tilas. Belum (ketemu) rumahnya,” tutur Elsbeth, Jumat (22/5/2026). Ia menegaskan bahwa pencarian masih belum berhasil.

Ia melanjutkan, “Ya kesulitan (mencari rumah) kami tidak punya alamat dan hanya punya satu foto. Dan saya tahu dari kartu pos kakek buyut saya ditulis ELS (Eurospeech Lagere School) dulu,”. Elsbeth, yang juga seorang guru dan penulis, menjelaskan bahwa JD Winnen pernah menulis tentang sekolah tersebut.

Elsbeth menambahkan bahwa JD Winnen memiliki dokumentasi berupa foto dan kartu pos selama bertugas sebagai tenaga pendidik di Indonesia. Ia mengatakan, “Karena kakek buyut saya menulis tentang trem. Saya kira 4 menit jalan (dari lokasi rumahnya). Mungkin jalan kaki, sepeda, saya tidak tahu,”.

Namun, ia belum menemukan informasi apapun tentang rumah kakek buyutnya. Ia menyatakan, “Tapi, tidak bisa mencari apapun tentang rumah itu,”.

JD Winnen pernah berdinas di Magelang pada tahun 1902, mengajar di ELS, sebuah sekolah setingkat SD khusus untuk anak-anak Eropa. Bangunan bekas ELS kini menjadi kantor Pengadilan Negeri Magelang.

Ia mengajar di sana selama empat tahun hingga 1906. Setelah itu, ia pindah ke Bandung pada 1907, lalu kembali ke Magelang setahun kemudian.

Selama kunjungan kedua di Magelang, JD Winnen mengajar di OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren), lembaga kolonial Belanda yang khusus mencetak calon pegawai negeri. Ia kemudian berpindah tugas ke Ambon, kembali ke Bandung, dan pada 1914 ditugaskan di Purworejo sebagai direktur atau kepala Hoge Kweekschool (HKS), yang kini menjadi SMAN 7 Purworejo.

Perjalanan pencarian Elsbeth dimulai tiga tahun lalu, ketika ia menemukan foto JD Winnen bertugas di Purworejo lewat internet. Ia melacak bangunan HKS tersebut dan mendapatkan jawaban melalui kepala sekolah SMAN 7 Purworejo di Facebook.

“Saya tiga tahun yang lalu menemukan foto (kakek buyut) berada di rumah dinas di Purworejo. Foto tersebut saya temukan di internet dan saya bertanya di Facebook rumah masih ada, sekolah masih ada,” kata dia.

Sejak saat itu, pencarian membawa Elsbeth ke Magelang. Namun, pada pencarian pertama tiga tahun lalu, ia tidak berhasil menemukan rumah kakeknya. Begitu pula pada upaya kedua tahun ini.

Pada perjalanan kedua ini, Elsbeth tidak hanya didampingi suaminya, Melvin van Deventer, tetapi juga perwakilan Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana.

Bagus menyatakan, “Pada momen hari ini, kedatangan Elsbeth de Jager bersama suaminya ini sangat spesial. Dia memiliki ikatan sejarah dan emosional terhadap Magelang melalui garis kakek buyutnya yang pernah menjadi guru di dua sekolah di Magelang, di ELS dan OSVIA,”.

Ia menambahkan, “Di ELS pada tahun 1906 dan OSVIA pada tahun 1908. Dan pada akhirnya berpindah-pindah tempat dan menjadi kepala sekolah di HKS di Purworejo tahun 1916,”.

Bagus melanjutkan, “Kedatangan Elsbeth, kata Bagus, merasa sebagian kecil cerita sejarah keluarganya ada di Magelang. Dia berusaha menelisik ini. Dia ingin menyambung jejak-jejak leluhurnya bahwa punya perhatian terhadap Magelang melalui penelusuran sejarah keluarganya. Walaupun kedatangan kedua (kalinya) ini salah satu misinya mencari rumah kakek buyutnya,”.

Ia menegaskan, “Tentu ini tidak mudah. Meskipun ada fotonya, tetapi hingga (saat ini) masih belum menemukan rumah yang pernah ditinggali oleh kakek buyutnya,”.

Pencarian Elsbeth menunjukkan betapa sulitnya melacak jejak masa lalu ketika arsip terbatas. Ia bersikap tekun, namun belum menemukan rumah kakek buyutnya.

Perjalanan ini menyoroti pentingnya dokumentasi sejarah dan bagaimana keluarga dapat berusaha menghubungkan masa lalu dengan tempat yang pernah mereka tinggali, meski bukti fisik masih belum ada.

Elsbeth de JagerJD WinnenMagelangELS (Eurospeech Lagere School)OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren)HKS (Hoge Kweekschool)Museum MosviaPenelusuran sejarah keluarga

Komentar

Memuat komentar...