KPK Sisipkan Materi Antikorupsi ke Kurikulum Sekolah Mataram
Gambar atau konten salah?
KPK akan memperluas program edukasi dan pencegahan korupsi, menempatkan materi antikorupsi di dalam kurikulum sekolah. Pada 12 Juni 2026, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengungkapkan rencana ini di Pendopo Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
"Kami sudah mengadakan perjanjian bersama dengan Menteri Dalam Negeri, Mendikdasmen, Mendikti Saintek, Menteri Agama, hingga Bappenas untuk bersama-sama, bahwa pendidikan antikorupsi itu masuk jalur pendidikan," kata Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo.
Materi antikorupsi akan disisipkan ke dalam pelajaran yang sudah ada di sekolah. Ibnu menilai langkah ini lebih efektif bagi sekolah yang belum mampu menerapkan kurikulum antikorupsi secara mandiri.
"Adanya pelajaran antikorupsi bersifat sisipan. Kalau mandiri boleh, tapi apabila belum mampu, ya itu sisipan. Bisa masuk ke dalam pelajaran agama, masuk ke dalam pelajaran Pancasila atau kewarganegaraan. Itu disisipkan mungkin sekitar 2-3 bab," ujar Ibnu.
"Itu sudah ada aturannya dan Insyaallah nanti akan dilakukan di mana-mana, termasuk di Mataram dan Nusa Tenggara Barat," imbuhnya.
Selain itu, KPK mengkampanyekan program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Mataram dipilih menjadi kota pertama pelaksanaan program tersebut untuk wilayah Indonesia timur.
"KPK ingin mengajak semua masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan yang antikorupsi. Tindakan yang sifatnya integritas, jujur, adil, kerja keras, mandiri dan lain-lain," ujar Ibnu.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mendukung program pencegahan korupsi yang diusung KPK. Mataram meraih skor 91,85 kategori istimewa sebagai kota percontohan antikorupsi dari KPK.
"Tentu kami men-support kegiatan ini, karena kegiatan ini kami yakini berdampak sekali terhadap pemahaman anak-anak kita. Terutama di usia-usia dini, berkaitan dengan isu perilaku koruptif," kata Mohan.
Dengan memasukkan materi antikorupsi ke dalam pelajaran yang sudah ada, KPK berharap generasi muda dapat memahami nilai integritas sejak dini. Program ini juga menandai langkah konkret Mataram sebagai kota percontohan dalam upaya memerangi korupsi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
