IHSG Capai 6.000, Optimisme Pasar Tumbuh, Kebijakan Moneter

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Capai 6.000, Optimisme Pasar Tumbuh, Kebijakan Moneter

Gambar atau konten salah?

IHSG mencapai puncak 6.000 pada perdagangan hari ini, menandai lonjakan signifikan di pasar saham Indonesia. Pada 12 Juni 2026, Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN, mengajak publik tetap optimis di tengah momentum positif ini.

“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau dan nilai tukar Rupiah yang kembali menguat signifikan hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Ini bukti nyata bahwa investor global dan domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia,” kata Dony Oskaria pada hari Jumat.

Menurutnya, lonjakan ini menandakan kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Ia menekankan pentingnya sinergi bersama untuk menjaga optimisme. “Ini saatnya bersama-sama bersinergi dan menjaga optimisme,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Dony Oskaria menegaskan bahwa iklim investasi yang stabil dan kuat menjadi kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi. Ia menjelaskan bahwa stabilitas ini menjaga biaya kebutuhan pokok tetap terkendali, sekaligus membuka peluang investasi yang berujung pada penciptaan lapangan kerja baru. “Hilangkan keraguan, mari terus pelihara optimisme,” ungkapnya.

Perkembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kondisi ekonomi. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50%, sebuah langkah yang memulihkan kepercayaan pasar. Setelah keputusan tersebut, Rupiah kembali menguat dan IHSG bangkit lagi.

Di sisi lain, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, telah memimpin serangkaian pertemuan intensif. Pada 6 Juni 2026, ia menggelar pertemuan tertutup di Kompleks Parlemen bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Prasetyo Hadi, serta pimpinan Komisi XI DPR. Fokusnya adalah menyamakan langkah kebijakan fiskal dan moneter guna menopang Rupiah.

Selanjutnya, pada 9 Juni 2026, Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan perwakilan dari Danantara, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi BUMN. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa publik tidak perlu khawatir karena terdapat instrumen pengaman ekonomi. Ia menegaskan, “Prasetyo memastikan ekonomi RI saat ini kuat.”

“Terima kasih, Mas Dasco, yang sekali lagi hari ini memfasilitasi diskusi. Kalau kemarin di sektor energi dan sumber daya mineral, hari ini kita kumpul, kita berdiskusi di sektor perbankan. Dan alhamdulillah, sebagaimana tadi sudah disampaikan bahwa betul-betul sesungguhnya fundamental ekonomi kita, dari sisi perbankan juga sangat kuat,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada 9 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dony Oskaria dan jajaran direksi bank yang tergabung di BUMN. Ia menyatakan semua pihak akan bekerja keras menciptakan kondisi ekonomi yang stabil. “Oleh karena itulah kami terima kasih Pak Dony beserta dengan seluruh jajaran di Himbara, kemudian dari Taspen, BPJS, dan (bank) INA, INA ya, yang sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi,” tambahnya.

“Terus saling berdiskusi untuk sekali lagi kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama,” sambungnya.

Secara keseluruhan, lonjakan IHSG ke 6.000 menandakan kepercayaan investor yang kuat, didukung oleh kebijakan moneter yang menurun dan koordinasi lintas lembaga. Langkah-langkah ini memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, menyiapkan kondisi bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan.

IHSGDony OskariaBank Indonesiasuku bungaRupiahinvestasilapangan kerja

Komentar

Memuat komentar...