Empat calon lokasi Muktamar NU 2026: Sumbar, NTB, Jatim, Jakarta

Bambang W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Empat calon lokasi Muktamar NU 2026: Sumbar, NTB, Jatim, Jakarta

Gambar atau konten salah?

PBNU atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mulai mempersempit pilihan tempat untuk menggelar Muktamar pada tahun 2026. Saat ini, setidaknya ada empat calon daerah yang muncul dan akan dibahas lebih lanjut bersama para ulama serta jajaran pengurus PBNU.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa usulan lokasi tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang dimaksud adalah Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Untuk wilayah Jawa Timur, ada dua pondok pesantren besar yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Keduanya adalah Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Tambakberas.

"Yang mengajukan ada dari Sumatera Barat, kemudian juga NTB. Yang ketiga di Jawa Timur, khususnya yang mengajukan Lirboyo dan Tambakberas, kemudian yang terakhir Jakarta," kata Gus Ipul pada hari Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Gus Ipul, semua usulan tersebut masih akan didiskusikan secara mendalam sebelum diambil keputusan. PBNU belum menetapkan lokasi final karena masih mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan muktamar tidak harus sepenuhnya berlangsung di lingkungan pesantren. Ada beberapa alternatif yang juga memungkinkan, termasuk menggunakan fasilitas hotel untuk menunjang kebutuhan akomodasi para peserta.

"Ada yang di pesantren, ada yang mungkin mengusulkan seperti sekarang ini di pesantren, tetapi akomodasinya bisa di hotel. Jadi ada beberapa pilihan," ujarnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa salah satu pertimbangan utama PBNU adalah kemudahan akses bagi pengurus cabang dan wilayah dari seluruh Indonesia. Mengingat waktu pelaksanaan muktamar yang semakin dekat, faktor keterjangkauan transportasi dan kesiapan infrastruktur menjadi aspek penting dalam proses penentuan.

"Karena waktunya juga sudah pendek, akses cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau. Mungkin salah satu pertimbangannya itu," katanya.

Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada faktor teknis semata. PBNU juga akan mempertimbangkan berbagai masukan dari para ulama dan tokoh NU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut.

"Tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang menjadi bahan diskusi para pengurus PBNU dan para ulama. Nanti akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan muktamar," pungkasnya.

Proses pemilihan lokasi Muktamar 2026 masih dalam tahap awal. PBNU mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari pesantren-pesantren besar di Jawa Timur. Keputusan akhir akan mempertimbangkan kemudahan akses bagi peserta dari seluruh Indonesia, serta masukan dari para ulama.

PBNUMuktamar2026Sumatera BaratNusa Tenggara BaratJawa TimurDKI Jakarta

Komentar

Memuat komentar...