Empat SD di Karanganyar Nihil Siswa Baru

Guntur P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Empat SD di Karanganyar Nihil Siswa Baru

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ada empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tidak menerima satu pun siswa baru pada tahun ajaran ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi hal tersebut. Keempat sekolah itu adalah SDN 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, SDN 3 Jatiwarno di Kecamatan Jatipuro, SDN 4 Seloromo di Kecamatan Jenawi, dan SDN 3 Tunggulrejo di Kecamatan Jumantono.

"Terkait dengan SPMB 2026, ada beberapa SD di Kabupaten Karanganyar itu sampai hari ini tidak mendapatkan murid. Ada di Tawangmangu itu ada dua, kemudian di Jenawi itu ada satu, kemudian di Jatipuro itu juga ada satu," kata Hendro saat ditemui di kantornya, Rabu, 15 Juli 2026.

Karena tidak ada siswa baru, otomatis kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk kelas 1 di sekolah-sekolah tersebut ditiadakan. Namun, Disdikbud memastikan bahwa proses belajar mengajar untuk siswa kelas 2 hingga kelas 6 tetap berjalan seperti biasa. "Karena tidak ada murid baru, berarti SD tersebut tidak melakukan MPLS di tahun 2026. Tapi harapan kami tetap saling mendukung, karena meski murid barunya tidak ada, murid-murid lama yang sudah masuk sebelumnya tetap melaksanakan kegiatan (pembelajaran) seperti biasa," ujarnya.

Hendro menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak ada siswa yang mendaftar. Salah satu alasan utama adalah letak geografis sekolah yang sulit dijangkau. "Pertama terkait geografis, seperti di Kelurahan Blumbang, Tawangmangu. Posisi sekolahnya terlalu tinggi dan permukiman masyarakat terlalu jauh dari lokasi sekolah," jelasnya.

Selain faktor alam, menjamurnya sekolah-sekolah baru di sekitar wilayah tersebut juga membuat persaingan mendapatkan murid semakin ketat. Ditambah lagi, jumlah anak usia sekolah di lingkungan tersebut memang tergolong minim. "Termasuk usia masuk sekolah juga itu pengaruh juga seperti itu karena sekarang kan juga bermunculan terkait dengan sekolah-sekolah yang baru ya, itu juga salah satu pengaruh terkait dengan apa bersaingnya mendapatkan murid dalam sekolah tersebut," beber Hendro.

Menindaklanjuti kondisi ini, Disdikbud Karanganyar telah menerjunkan tim ke lokasi-lokasi sekolah tersebut untuk melakukan evaluasi. Bahkan, ada sekolah yang diketahui sudah tidak mendapatkan murid selama dua tahun berturut-turut. "Dari tahun ke tahun seperti di Blumbang itu kan memang 2 tahun berturut-turut kan tidak ada muridnya ya, makanya ini tadi kami evaluasi. Kami tadi juga meninjau ke lokasi, kemudian ada beberapa teman-teman ke lokasi juga di Kelurahan Blumbang di salah satu SD, kemudian Seloromo juga di Jenawi, kemudian di Jatipuro," jelasnya.

Hendro mengatakan, penggabungan atau regrouping akan dilakukan pada ajaran tahun depan. "Tahun ini tidak mungkin melakukan regrouping. Makanya tahun ajaran berikutnya kita evaluasi lagi. Misalkan kalau tetap tidak mendapatkan murid, jalan terakhir adalah regrouping atau digabung," tegasnya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak risau. Proses regrouping akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa yang masih ada. "Kami harus hati-hati karena di situ masih ada siswa-siswi yang melakukan KBM. Harapan kami masyarakat tidak terlalu risau terkait adanya rencana regrouping tersebut," pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di daerah terpencil. Faktor geografis dan persaingan dengan sekolah baru menjadi penyebab utama sepinya peminat. Langkah regrouping menjadi solusi terakhir yang dipertimbangkan, namun tetap mengutamakan kelancaran belajar siswa yang sudah ada.

SDN tanpa siswa baruKaranganyarfaktor geografispersaingan sekolahregroupingMPLS ditiadakanevaluasi Disdikbud

Komentar

Memuat komentar...