F1 Batal di Bahrain dan Saudi Gara-gara Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Keputusan telah diambil mengenai jadwal balapan Formula 1 di Timur Tengah. Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang seharusnya digelar pada bulan April dibatalkan.
Pembatalan ini dikonfirmasi melalui situs resmi Formula 1 pada hari Minggu (15/3). Alasan utamanya adalah situasi yang tidak kondusif menyusul konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Pihak Formula 1 menyatakan, setelah melakukan evaluasi mendalam, diputuskan bahwa balapan Bahrain dan Arab Saudi tidak akan dilaksanakan pada bulan April. Disebutkan juga bahwa tidak ada pengganti untuk jadwal balapan di bulan tersebut, meskipun berbagai opsi sempat dipertimbangkan.
Dampak pembatalan ini tidak hanya dirasakan oleh Formula 1. Seri pendukung seperti F2, F3, dan F1 Academy juga ikut dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah adanya konsultasi dengan FIA.
Stefano Domenicali, Presiden dan CEO Formula 1, menyampaikan bahwa ini adalah langkah yang sulit. Namun, menurutnya, ini adalah keputusan yang paling tepat saat ini mengingat situasi terkini di wilayah tersebut. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada FIA dan para promotor di Bahrain serta Arab Saudi atas dukungan dan pengertian mereka. Mereka berharap bisa kembali menyelenggarakan balapan ketika situasi sudah memungkinkan.
Sebelum pengumuman resmi, sudah beredar kabar mengenai kemungkinan batalnya seri Bahrain (12 April) dan Arab Saudi (19 April). Konflik yang meluas di Timur Tengah menjadi pemicunya. Kedua negara ini diketahui memiliki aset militer Amerika Serikat yang menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.
Dengan batalnya dua seri tersebut, jadwal balapan akan mengalami jeda yang cukup panjang. Akan ada jeda lima minggu. Balapan terakhir sebelum jeda adalah di Jepang pada 29 Maret 2026. Kemudian, seri berikutnya baru akan digelar di Miami, Amerika Serikat, pada 3 Mei mendatang. Artinya, sepanjang bulan April tidak ada agenda balapan.
Akibat pembatalan ini, total seri balapan sepanjang tahun akan berkurang menjadi 22 dari rencana awal 24 seri. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak komersial yang signifikan.
Ringkasan: Grand Prix Formula 1 Bahrain dan Arab Saudi pada bulan April dibatalkan karena situasi keamanan di Timur Tengah. Keputusan ini juga memengaruhi seri F2, F3, dan F1 Academy. Pembatalan ini menciptakan jeda lima minggu dalam kalender balapan, mengurangi jumlah seri tahunan menjadi 22.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Veda Ega dan Mario Aji Target Bangkit di Paruh Kedua MotoGP
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026