Fathoni Dorong Pemkot Surabaya Terus Berinovasi Hadapi Tantangan Fiskal

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Fathoni Dorong Pemkot Surabaya Terus Berinovasi Hadapi Tantangan Fiskal

Gambar atau konten salah?

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mendorong pemerintah kota untuk terus menciptakan inovasi dan solusi. Tujuannya agar pembangunan tetap berjalan meskipun ada tantangan fiskal dan dinamika ekonomi global. Menurut Fathoni, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyampaikan masalah. Mereka harus bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasinya.

Fathoni menilai komitmen Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), sudah tepat. Eri ingin menjadikan APEKSI sebagai forum solusi bagi pemerintah kota di seluruh Indonesia. Hal ini dinilai Fathoni selaras dengan arah kebijakan dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Kepala daerah tidak bisa hanya mengeluh, menggerutu, atau menyalahkan kebijakan transfer pemerintah pusat ke daerah. Yang dibutuhkan saat ini adalah inovasi dan kolaborasi," kata Fathoni pada Sabtu, 04 Juli 2026.

Lebih lanjut, Fathoni mengapresiasi langkah Eri yang mengajak 98 anggota APEKSI untuk memanfaatkan potensi daerah melalui berbagai inovasi. Termasuk di dalamnya skema pembiayaan alternatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan obligasi daerah. Menurut Fathoni, langkah ini bisa menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.

Ia menilai gagasan tersebut bukan sekadar konsep. Gagasan itu lahir dari pengalaman Pemerintah Kota Surabaya yang telah menerapkan berbagai inovasi dalam pembangunan dan pelayanan publik.

"Mas Eri tidak hanya mengajak, tetapi juga memberikan role model. Apa yang beliau sampaikan di forum APEKSI telah dibuktikan melalui berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Surabaya. Pengalaman itu kemudian dibagikan kepada kota-kota lain melalui transfer of knowledge dan transfer of experience," ujarnya.

Fathoni juga melihat komitmen Eri menjadikan APEKSI sebagai mitra strategis pemerintah pusat sejalan dengan berbagai program prioritas Presiden. Program-program itu meliputi penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan, program Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting. Sinergi ini memastikan seluruh program nasional dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

"Saya melihat komitmen Mas Eri di APEKSI tidak hanya memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota, tetapi juga menunjukkan dukungan nyata terhadap agenda pembangunan nasional yang menjadi prioritas Presiden. Ini merupakan bentuk kepemimpinan yang mengedepankan solusi, bukan sekadar menyampaikan persoalan," jelasnya.

Fathoni berharap semangat kolaborasi dan inovasi yang dibangun melalui APEKSI bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pemerintah kota di Indonesia. Menurutnya, dengan saling berbagi pengalaman dan inovasi, setiap daerah akan memiliki kapasitas yang lebih kuat. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional.

"Daerah harus terus membangun dengan mindset inovasi dan kolaborasi. Ketika pemerintah kota mampu menghadirkan solusi dan mendukung program prioritas Presiden, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Saya melihat kepemimpinan Mas Eri di APEKSI telah menunjukkan arah itu," pungkasnya.

Arif Fathoni menyoroti pentingnya peran kepala daerah untuk tidak hanya mengeluhkan keterbatasan anggaran dari pusat. Ia menekankan bahwa inovasi dan kolaborasi, seperti yang dicontohkan Eri Cahyadi di Surabaya, menjadi kunci. Pengalaman Surabaya dalam menerapkan KPBU dan obligasi daerah dibagikan ke kota-kota lain sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto.

inovasikolaborasipembangunanAPEKSIpembiayaan alternatifkepala daerahsinergi

Komentar

Memuat komentar...