TPS3R Kertosari Dibangun, Banyuwangi Target Kurangi Sampah Kota

Kartika D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
TPS3R Kertosari Dibangun, Banyuwangi Target Kurangi Sampah Kota

Gambar atau konten salah?

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Banyuwangi resmi dimulai. Lokasinya ada di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Proyek ini didanai oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dan diharapkan bisa menjadi solusi untuk masalah sampah di perkotaan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melakukan peletakan batu pertama pada Jumat, 3 Juli 2024. Fasilitas ini dibangun di lahan seluas 1,5 hektare. Target penyelesaiannya adalah dalam waktu 10 bulan.

Nantinya, sampah yang sudah dipilah dari rumah-rumah di perkotaan akan diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari. Sampah itu akan diolah di sana. Dengan begitu, jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa berkurang banyak.

Pembangunan TPS3R Kertosari dibiayai oleh Pemerintah UEA melalui program Clean Rivers. Fasilitas ini punya kapasitas mengolah sekitar 50 ton sampah per hari. Rencananya, fasilitas ini akan melayani 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi, plus beberapa kecamatan di sekitarnya.

"TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota. Karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus," kata Ipuk.

Ipuk juga menekankan bahwa masalah sampah tidak bisa selesai hanya dengan membangun fasilitas fisik. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah juga penting. Tanpa itu, TPS3R tidak akan berfungsi maksimal.

"Kami harapkan nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga," sambung Ipuk.

Ipuk juga bersyukur karena program pengelolaan sampah di Banyuwangi didukung oleh banyak pihak dan negara. Sebelumnya, selain dari UEA, pengembangan sistem pengelolaan sampah di beberapa wilayah Banyuwangi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Norwegia dan sebuah korporasi asal Austria.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan bahwa pembangunan TPS3R Kertosari akan menambah jumlah fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan di Banyuwangi.

Sebelumnya, dua TPS3R sudah dibangun di wilayah lain:

  1. TPS3R di Desa Baluk, Kecamatan Songgon. Fasilitas ini sudah beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari. Melayani 73 desa.
  2. TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Progres pembangunannya sudah sekitar 50 persen. Kapasitasnya 160 ton sampah per hari. Akan melayani 37 desa di delapan kecamatan.

Kedua TPS3R itu dibangun dengan dana dari Pemerintah Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis.

"Setelah Kertosari, akan ada dua tempat pengelolaan sampah yang akan dibangun ke depan. Yakni di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Untuk di Genteng, pembangunan melalui program Clean Rivers dan didanai Uni Emirat Arab. Sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU," lanjut Bayu.

Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, mengatakan pembangunan TPS3R Kertosari adalah bagian dari pendekatan sistemik. Tujuannya membangun transformasi perilaku masyarakat sekaligus memperkuat kelembagaan pengelolaan sampah.

Menurutnya, pembangunan fasilitas ini tidak hanya soal menambah infrastruktur. Tapi juga memperkuat seluruh ekosistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

"Kami memperkuat keseluruhan ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir. TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan," kata Lintong.

Banyuwangi terus menambah fasilitas pengolahan sampah. Selain TPS3R Kertosari yang baru dimulai, ada dua TPS3R lain yang sudah beroperasi atau dalam proses pembangunan. Semua ini didanai oleh berbagai pihak, termasuk UEA, Norwegia, dan Austria. Tujuannya sama: mengurangi sampah yang berakhir di TPA dan mengubah cara masyarakat mengelola sampah.

pengolahan sampahBanyuwangiTPS3R KertosariUni Emirat Arabpengelolaan sampah berkelanjutanperubahan perilaku masyarakatfasilitas pengolahan sampah

Komentar

Memuat komentar...