Fauzan Kunjungi UMJT: Fokus Kelulusan Tepat Waktu dan Jaringan Kerja
Gambar atau konten salah?
Prof. Dr. Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengunjungi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) pada 06 Juni 2026. UMJT, yang dulu dikenal sebagai Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), menjadi tempat diskusi tentang harapan orang tua dan calon mahasiswa.
Selama kunjungan, Fauzan membahas hasil riset Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Diktisaintek. Riset tersebut menyoroti apa yang diinginkan oleh orang tua dan calon mahasiswa ketika memilih perguruan tinggi.
"Salah satunya menanyakan perguruan tinggi seperti apa yang diinginkan orang tua," kata Fauzan kepada wartawan di kampus UMJT.
Menurut Fauzan, mayoritas orang tua dan calon mahasiswa memiliki satu harapan utama: kampus yang dapat menjamin kelulusan tepat waktu dan memiliki jaringan luas untuk mempermudah peluang kerja lulusannya.
"Antara calon mahasiswa dengan orang tua sama (jawabannya). Ini potret cara berfikir orang tua masa kini. Sekarang kalau itu kita jadikan satu challenge satu tantangan apa yang harus kita perbuat. Persoalan kepastian lulus tadi harus diterjemahkan dengan pasti oleh perguruan tinggi. Misalnya, kuliah di UMJT, maka 3,5 tahun, 4 tahun pasti lulus. Itu memberi kepastian kepada mahasiswa," jelas Fauzan.
Fauzan menekankan pentingnya kepastian lulus. Ia mencontohkan bahwa di UMJT, mahasiswa dapat lulus dalam 3,5 atau 4 tahun, memberi rasa aman bagi mereka.
Selain kepastian, Fauzan menilai perguruan tinggi harus mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Harus ada value, nilai apa yang dirasakan masyarakat oleh stakeholder. Jangan sampai kelihatan setelah kuliah tambah bingung saat sudah lulus. Kenapa seperti itu. Karena yang kita berikan hal-hal normatif, tidak memiliki pengalaman pragmatis," imbuh Fauzan.
Ia juga menekankan pembangunan budaya institusi yang menekankan humanisme dan kolaborasi di lingkungan kampus.
"Membangun corporat culture, budaya institusi seperti yang saya tadi katakan yaitu soal humanisme bagaimana orang datang di UMJT ini menjadi kerasan nyaman maka antar person saling bekerjasama berkolaborasi jangan menggunakan teori senior junior, itu embrio feodalisme," tandas Fauzan.
Pengunjung UMJT dapat merasakan semangat kolaboratif yang ingin diciptakan. Fokus pada kepastian lulus, jaringan kerja, nilai tambah, dan budaya humanis menjadi inti pesan Fauzan.
Kesimpulannya, kunjungan ini menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan harapan orang tua dan mahasiswa, memastikan kelulusan tepat waktu, memperluas jaringan kerja, menambah nilai praktis bagi masyarakat, dan memupuk budaya kolaboratif yang sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jonatan Christie Kalahkan Teeraratsakul, Raih Open 2026
eSIM Kurosim: Pilihan Hemat Internet Untuk Traveler Jepang
KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek, Uji Coba KLB 08–12 Juni
BPJT Siapkan Uji Coba MLFF Tanpa Tol Setop Menilai Efisiensi
Pemindahan 1.555 Narapidana Lapas Jambi ke Gedung Baru
Rapor Genap 2025/2026: Catatan Wali Kelas Memotivasi Siswa
PSGJ Bersinar di Stadion Watubelah, Target Liga 3 Nasional
Timnas Indonesia Pecahkan Drought 38 Tahun, Menang 3‑0 Oman
