Fenomena Orang Tidak Ingat Masa Kecil: Penjelasan Psikolog

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Fenomena Orang Tidak Ingat Masa Kecil: Penjelasan Psikolog

Gambar atau konten salah?

Fenomena banyak orang yang mengaku tidak memiliki ingatan masa kecil belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, menurut psikolog, kondisi tersebut merupakan hal yang normal dan dialami oleh sebagian besar manusia.

Psikolog Klinis, Sairah, menjelaskan bahwa dalam dunia psikologi fenomena ini dikenal sebagai childhood amnesia atau amnesia masa kanak-kanak. Kondisi tersebut membuat seseorang sulit mengingat pengalaman yang terjadi pada usia dini, terutama sebelum usia tiga tahun.

"Memang secara teori dan kebanyakan orang sulit mengingat pengalaman ketika usia di bawah tiga tahun. Sebagian besar orang tidak ingat apa yang terjadi pada masa-masa tersebut," ujar Sairah, Jumat (05 Juni 2026).

Menurut Sairah, salah satu penyebab utama adalah perkembangan otak yang belum matang sepenuhnya. Bagian hippocampus yang berperan dalam pembentukan dan penyimpanan memori masih berkembang pada masa kanak-kanak sehingga pengalaman yang terjadi pada usia dini lebih sulit tersimpan dalam ingatan jangka panjang.

"Hipokampus yang berfungsi menyimpan memori belum bisa matang secara sempurna di usia dini, sehingga pengalaman yang terjadi pada masa itu lebih sulit tersimpan dan diingat kembali ketika dewasa," katanya.

Selain perkembangan otak, kemampuan bahasa anak yang masih berkembang juga berpengaruh terhadap pembentukan memori. Pengalaman yang dialami anak belum tersusun menjadi sebuah cerita yang utuh sehingga lebih sulit diakses kembali saat dewasa. Penelitian psikolog perkembangan asal Amerika Serikat, Katherine Nelson dan Robyn Fivush, menyebutkan bahwa kemampuan berbahasa memiliki peran penting dalam pembentukan memori autobiografis atau ingatan tentang pengalaman hidup seseorang. Anak yang belum mampu menyusun pengalaman dalam bentuk cerita cenderung lebih sulit mempertahankan ingatan tersebut hingga dewasa.

Peneliti memori anak Patricia J. Bauer dalam sejumlah penelitiannya menemukan bahwa sebagian besar orang dewasa hanya memiliki sedikit kenangan yang dapat diingat sebelum usia tiga hingga empat tahun. Hal ini disebabkan sistem memori episodik pada anak masih dalam tahap perkembangan. Dalam buku Memory, psikolog Alan Baddeley menjelaskan bahwa memori autobiografis berkembang seiring kematangan otak, kemampuan bahasa, dan kesadaran diri. Karena itu, kenangan yang terbentuk pada masa balita umumnya tidak bertahan hingga usia dewasa.

Meski demikian, Sairah mengatakan ada beberapa pengalaman yang biasanya tetap bertahan dalam ingatan seseorang. Umumnya, kenangan yang memiliki muatan emosi kuat akan lebih mudah tersimpan dibandingkan peristiwa sehari-hari.

"Biasanya yang paling membekas adalah momen yang sangat membahagiakan atau justru sangat menyedihkan. Pengalaman seperti itu lebih mudah tersimpan dalam memori," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak mengingat masa kecil bukan berarti seseorang mengalami gangguan psikologis. Sebaliknya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan manusia yang normal.

"Jadi ketika seseorang tidak bisa mengingat masa kecilnya, terutama sebelum usia tiga tahun, itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena memang umum terjadi," tutupnya.

Fenomena amnesia masa kanak-kanak memang sering menjadi topik perbincangan. Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa hal ini disebabkan oleh perkembangan otak dan bahasa pada usia dini, serta peran memori emosional yang dapat membuat beberapa kenangan tetap bertahan. Dengan pemahaman ini, orang dapat melihat ketidakhadiran ingatan masa kecil sebagai bagian alami dari pertumbuhan manusia, bukan tanda masalah psikologis.

amnesia masa kanak-kanakhippocampusmemori autobiografispengembangan otakbahasa anakemosi kuatpsikologi klinis

Komentar

Memuat komentar...