Gadis 11 & 8 Tahun Temukan Fosil Jangkrik Pleistosen
Gambar atau konten salah?
Maho Shinomiya berusia 11 tahun dan adiknya Yuno Shinomiya berusia 8 tahun berasal dari Higashikurume, Tokyo. Pada suatu sore, mereka menemukan sebuah batu suvenir di balkon rumah mereka. Batu itu dibeli dari Konoha Fossil Museum dengan tujuan menjadi koleksi. Saat batu tersebut pecah, dua siswi itu melihat siluet menyerupai kepala serangga di dalamnya.
Ketertarikan mereka terhadap fosil tumbuh sejak kecil. Ibu mereka, Chika, hobi mengumpulkan spesimen fosil. Melihat koleksi ibu, Maho dan Yuno takjub dengan proses bagaimana makhluk hidup bisa “berubah menjadi batu”.
Setelah menemukan potensi temuan tersebut, Chika menghubungi ahli fosil serangga, Hiroaki Aiba, dosen tamu di Keio Gijuku. Spesimen itu dikirim untuk analisis lebih lanjut.
Hasil analisis menunjukkan fosil tersebut berasal dari Pleistosen Tengah dan merupakan jangkrik jantan dengan panjang sekitar 62 milimeter. Ukuran ini tergolong langka karena sebagian besar fosil jangkrik yang pernah ditemukan hanya berupa bagian sayap, bukan tubuh utuh. Spesimen ini diduga memiliki kedekatan dengan spesies jangkrik modern di Jepang, yaitu Auritibicen flammatus. Namun, tidak ditemukan pola khas pada sayapnya, yang kemungkinan merepresentasikan bentuk awal atau nenek moyang spesies tersebut dalam konteks evolusi.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Paleontological Research pada Februari 2024 bersama profesor emeritus Masami Hayashi dari Saitama University. Judulnya adalah “Large cicada fossil (Cicadidae, Cicadinae, Tacuini) from the Middle Pleistocene Shiobara Group, Nasushiobara, Tochigi, Japan”.
“Saya sangat terkejut dan gembira,” ujarnya Maho, dikutip dari sumber. Ia menyatakan bahwa publikasi tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan. Penemuan ini juga memantik cita‑cita besar Maho. Ia mengaku ingin menjadi paleontolog dan bermimpi suatu hari dapat menemukan telur dinosaurus di Gurun Gobi.
Keberhasilan dua siswi ini menegaskan bahwa penemuan fosil tidak selalu memerlukan tim ilmuwan besar. Kadang, ketertarikan dan rasa ingin tahu sederhana dapat membawa ke penemuan penting. Temuan ini menambah pemahaman tentang sejarah kehidupan di bumi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mengejar ilmu pengetahuan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
