Game Pass Jauh dari Target: 30 Juta vs 77 Juta
Gambar atau konten salah?
Angka pelanggan Xbox Game Pass saat ini sekitar 30 juta orang. Itu jauh dari target yang pernah dipasang perusahaan: 77 juta pelanggan pada pertengahan 2026. Data terbaru ini bocor melalui laporan Wall Street Journal, yang kemudian dikutip oleh sumber industri. Perbandingannya sangat timpang — realitas hanya 39% dari ekspektasi.
Padahal, ketika Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard, dokumen hukum yang diajukan ke pengadilan memperkirakan jumlah pendaftar akan mencapai 77 juta orang. Kenyataannya? Hanya 30 juta. Bahkan lebih buruk lagi: jumlah itu kemungkinan turun. Sebelumnya, The Gamer sempat melaporkan bahwa anggota Game Pass tercatat sekitar 34 juta. Jika angka Wall Street Journal akurat, artinya ada penurunan 4 juta pelanggan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Salah satu penyebabnya disebut Matthew Ball, salah satu petinggi Xbox. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga paket tertinggi Game Pass membuat jutaan orang memilih berhenti berlangganan. Harga yang lebih mahal membuat layanan itu kehilangan daya tarik, terutama di kalangan pemain yang tidak merasa mendapat nilai sebanding.
Belum lagi soal game andalan. Call of Duty, judul besar yang seharusnya menjadi magnet, tidak akan langsung tersedia di Game Pass Ultimate pada hari rilis. Rencananya, game tersebut baru bisa dimainkan setahun setelah dirilis secara umum. Ini tentu mengurangi daya tarik layanan berlangganan.
Ke depan, masa depan Game Pass masih buram. Microsoft belum memberikan angka resmi terbaru. Yang pasti, target 77 juta pelanggan kini tampak mustahil dicapai. Bahkan untuk mendekatinya saja sulit.
Di sisi lain, Microsoft tengah melakukan pemangkasan besar-besaran. Sekitar 4.800 karyawan akan dipecat. Sebagian besar berasal dari divisi penjualan komersial dan divisi Xbox. Pada Senin kemarin, 1.600 orang sudah dieliminasi. CEO Xbox, Asha Sharma, mengumumkan bahwa 3.200 karyawan lainnya akan pulang hingga tahun fiskal 2027. Total, sekitar 20% tenaga kerja Xbox terkena dampak.
Dalam email yang dikirim ke karyawan pada 07 Juli 2026, Sharma menyebut restrukturisasi ini sebagai yang paling signifikan dalam sejarah Xbox. "Bisnis kita saat ini tidak sehat. Kita beroperasi dengan margin yang 3-10 kali lebih rendah dibandingkan bisnis platform dan penerbitan game yang setara," tulisnya. Ini menunjukkan bahwa masalah Xbox bukan hanya soal jumlah pelanggan Game Pass, tetapi juga kesehatan finansial secara keseluruhan.
Angka 30 juta pelanggan Game Pass memang bukan angka kecil. Tapi jika dibandingkan dengan ambisi awal, jaraknya sangat jauh. Xbox harus menghadapi kenyataan bahwa strategi berlangganan mereka tidak berjalan mulus. Kenaikan harga, penundaan game besar, dan PHK massal menjadi tanda bahwa bisnis game Microsoft sedang dalam masa sulit.
Tanpa transparansi lebih lanjut dari pihak Microsoft, sulit menilai apakah Game Pass bisa kembali ke jalur pertumbuhan. Yang jelas, target yang pernah diumbar kini tinggal angka di atas kertas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Setelah 17 Tahun, Steve di Minecraft Akhirnya Bisa Duduk
Penutupan PlayStation Store PS3 & PS Vita Dimulai 2026
Meccha Chameleon Tembus 15 Juta Kopi dalam 25 Hari
Tiga Tim Indonesia Siap Berlaga di EWC Free Fire 2026 Paris
Penulis 'The Batman 2' Sebut Hollywood Kini Pilih Film Game
Horboyz Esports Juara PMNC ID Fall 2026
Berita Terbaru
Prabowo: Banyak Pihak Remehkan Swasembada Pangan
KPK-Kejati Jabar Bahas Hambatan Proses Hukum
Dust Devil Bromo Jadi Tontonan Wisatawan
Maroko Tantang Prancis di Ulangan Semifinal 2022
Wardatina Menangis, Gugatan Cerai Dikabulkan
Gowa Tetapkan 31.245 Hektar Lahan Pangan, Buka Peluang Investasi
Logo MPLS Ramah 2026 Resmi Dirilis, Ini Link Unduhnya
Off Ramp Ciawi Selatan Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Bogor