GAPKI Luncurkan SDG Kelapa Sawit Tanzania di Kebun Tanah

Hendra M. · 2 min baca · 28 hari lalu · 39 dibaca
Bisik.id
GAPKI Luncurkan SDG Kelapa Sawit Tanzania di Kebun Tanah

Gambar atau konten salah?

GAPKI bersinergi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan PT Socfin Indonesia pada Selasa, 5 Mei 2026, meluncurkan SDG kelapa sawit dari Tanzania di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Proses ini menandai langkah konkret memperluas keragaman genetik domestik.

Keragaman genetik dianggap kunci untuk menciptakan varietas unggul yang produktif, adaptif, dan tahan terhadap tantangan lingkungan. Dengan menambah SDG baru, GAPKI berharap dapat memperkaya basis genetik yang mendasari industri sawit nasional.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menegaskan bahwa SDG menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Ia juga menyoroti peran SDG dalam mendukung ketahanan terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim.

“Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki. Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya Genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia,” kata Eddy dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Eddy menilai pelepasan SDG asal Tanzania bukan sekadar memperkuat fondasi genetik, melainkan juga memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting. Pendistribusian SDG ini bukan hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di kancah global,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi strategi mendukung pengembangan sektor pertanian nasional, meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia. Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk SDG asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk meminimalisir risiko terhadap ekosistem lokal.

Aprida Cristin, Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, menegaskan bahwa benih tersebut telah melalui analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian. Selanjutnya, dilakukan serangkaian tindakan karantina tumbuhan: pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.

Seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama karantina. Tujuannya mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional.

Selain itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) berkomitmen mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit melalui berbagai riset dan inisiatif strategis. Pelepasan SDG asal Tanzania diharapkan membawa manfaat besar bagi perusahaan, khususnya PT Socfin Indonesia.

SDG ini akan memberikan manfaat yang nyata dan pendongkrak baru berdaya saing. Socfin selalu siap menjadi bagian dari penguatan industri sawit,” ujar General Manager PT Socfin Indonesia, Erikson Ginting.

Inisiatif ini menandai langkah terobosan dalam memperkuat fondasi genetik dan kolaborasi industri sawit Indonesia. Dengan mengintegrasikan sumber daya genetik internasional dan menjaga standar karantina yang ketat, negara berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus melindungi ekosistem lokal.

GAPKISDGkelapa sawitTanzaniakeragaman genetikkolaborasikarantina

Komentar

Memuat komentar...