Garda Minta Pindah Subsidi BBM ke Motor Listrik Ojek

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Garda Minta Pindah Subsidi BBM ke Motor Listrik Ojek

Gambar atau konten salah?

Garda Indonesia mengajukan permohonan kepada pemerintah agar mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik. Permintaan ini muncul karena kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, yang membuat biaya operasional bagi pengemudi ojek online (ojol) semakin tinggi.

Menurut Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia, kenaikan BBM di dalam negeri akan membuat para driver semakin tercekik. Ia menegaskan bahwa “jika harga BBM di dalam negeri benar-benar naik, maka driver ojol makin tercekik.”

“Ancaman krisis BBM berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional. Oleh karena itu, Garda Indonesia secara tegas mendorong pemerintah Indonesia melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian motor listrik bagi pengemudi ojol,” ujar Igun pada 25 Maret 2024.

Ia menambahkan bahwa ekosistem ojol telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien.

Contoh nyata adopsi motor listrik di sektor ojol terlihat pada Grab, yang menggunakan motor listrik VIAR Q1 di Manggarai. Hal ini menunjukkan potensi transisi ke kendaraan yang tidak memerlukan bensin.

Dengan estimasi 7 juta driver ojol di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke motor listrik dianggap langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Garda Indonesia mengimbau pemerintah segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojol. Igun menegaskan kesiapan asosiasi untuk menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, aplikasi ojol, dan sektor pembiayaan.

“Inisiatif tersebut tak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy,” kata Igun.

Permintaan ini menyoroti pentingnya kebijakan subsidi yang adaptif terhadap perubahan harga energi global. Jika pemerintah menanggapi, maka sektor ojol dapat beralih ke motor listrik, mengurangi biaya operasional, dan mendukung tujuan lingkungan serta ketahanan energi nasional.

Garda Indonesiasubsidi BBMmotor listrikojek onlineemisi gas rumah kacaketahanan energi nasionalgig economy

Komentar

Memuat komentar...