Garda Minta Pindah Subsidi BBM ke Motor Listrik Ojek
Gambar atau konten salah?
Garda Indonesia mengajukan permohonan kepada pemerintah agar mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik. Permintaan ini muncul karena kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, yang membuat biaya operasional bagi pengemudi ojek online (ojol) semakin tinggi.
Menurut Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia, kenaikan BBM di dalam negeri akan membuat para driver semakin tercekik. Ia menegaskan bahwa “jika harga BBM di dalam negeri benar-benar naik, maka driver ojol makin tercekik.”
“Ancaman krisis BBM berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional. Oleh karena itu, Garda Indonesia secara tegas mendorong pemerintah Indonesia melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian motor listrik bagi pengemudi ojol,” ujar Igun pada 25 Maret 2024.
Ia menambahkan bahwa ekosistem ojol telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien.
Contoh nyata adopsi motor listrik di sektor ojol terlihat pada Grab, yang menggunakan motor listrik VIAR Q1 di Manggarai. Hal ini menunjukkan potensi transisi ke kendaraan yang tidak memerlukan bensin.
Dengan estimasi 7 juta driver ojol di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke motor listrik dianggap langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Garda Indonesia mengimbau pemerintah segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojol. Igun menegaskan kesiapan asosiasi untuk menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, aplikasi ojol, dan sektor pembiayaan.
“Inisiatif tersebut tak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy,” kata Igun.
Permintaan ini menyoroti pentingnya kebijakan subsidi yang adaptif terhadap perubahan harga energi global. Jika pemerintah menanggapi, maka sektor ojol dapat beralih ke motor listrik, mengurangi biaya operasional, dan mendukung tujuan lingkungan serta ketahanan energi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PT Pindad Siapkan Mobil Nasional di Subang Target 50.000
Honda HR-V Terbanyak Terjual di Segmen SUV Kompak 2026
Presiden Prabowo Mobil Bocor Saat Hujan, Pindad Perbaiki
Jakarta Bebas Bunga PKB, Pemutihan Denda Hingga 31 Agustus
QJMOTOR Tawarkan Wisata China tanpa Undian Moge PRJ 2026
QJMOTOR Tawarkan Liburan China Langsung bagi Pembeli Motor
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
