Honda HR-V Terbanyak Terjual di Segmen SUV Kompak 2026
Gambar atau konten salah?
Di pasar mobil Indonesia, segmen SUV kompak semakin ramai. Banyak model baru datang dari Jepang, Korea, dan China. Kondisi ini membuat posisi Honda HR-V semakin terhimpit. Dahulu, HR‑V sangat dominan di segmen ini. Namun kini muncul banyak pesaing, mulai dari Hyundai Creta, Toyota Yaris Cross, Wuling Alvez, Mitsubishi Xforce, Suzuki Grand Vitara, hingga Chery Omoda C5.
Meski dikepung rival, HR‑V tetap menjadi yang terlaris. Data penjualan wholesales yang dirilis Gaikindo untuk periode 01 Januari 2026 - 31 Mei 2026 menunjukkan Honda telah mengirimkan 2.968 unit HR‑V. Jumlah itu berasal dari empat varian: dua dengan mesin bensin dan dua yang sudah menggunakan sistem hybrid.
Berbanding dengan pesaing, HR‑V memimpin. Mitsubishi Xforce menjadi SUV kompak terlaris kedua, dengan distribusi 1.650 unit. Hyundai Creta berada di posisi ketiga, dengan 1.567 unit terjual. Berikut rincian penjualan lengkap:
- Honda HR-V: 2.968 unit
- Mitsubishi Xforce: 1.650 unit
- Hyundai Creta: 1.567 unit
- Toyota Yaris Cross: 1.398 unit
- Chery Omoda C5: 449 unit
- Suzuki Grand Vitara: 441 unit
- Wuling Alvez: 209 unit
Harga HR‑V tidak lagi menjadi yang termurah. Varian termurah HR‑V mulai dari Rp 387,6 juta, sementara varian termahal mencapai Rp 488 juta. Dibandingkan, Hyundai Creta menawarkan varian di bawah Rp 300 juta, dan Wuling Alvez bahkan mulai Rp 200 jutaan.
Dengan data ini, HR‑V tetap kuat di tengah persaingan. Penjualan tinggi dan variasi mesin, termasuk hybrid, memberi keunggulan tersendiri. Meski harga lebih tinggi, konsumen masih memilih HR‑V karena reputasi dan performa yang sudah dikenal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
