Garuda Berhentikan Direktur Niaga Mulai 14 Agustus

Rizki W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Garuda Berhentikan Direktur Niaga Mulai 14 Agustus

Gambar atau konten salah?

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk sementara waktu memberhentikan Direktur Niaga mereka, Reza Aulia Hakim, mulai 14 Agustus 2026. Keputusan ini keluar setelah adanya surat dari Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nomor SR-452/BP/08/2026 yang terbit pada 11 Agustus 2026.

Aturan perusahaan, tepatnya Pasal 11 ayat (15) huruf a dalam Anggaran Dasar GIAA, menyebutkan kalau dewan komisaris akan menunjuk anggota direksi lain sebagai pelaksana tugas (Plt). Orang yang ditunjuk ini akan mengisi posisi yang kosong dengan kekuasaan dan wewenang yang sama persis seperti posisi sebelumnya.

Manajemen Garuda Indonesia menjelaskan keputusan ini dalam pernyataan resmi. "Merujuk pada Surat Dewan Komisaris Nomor GARUDA/DEKOM/074/2026 tanggal 11 Agustus 2026, dengan memperhatikan Surat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor: SR-452/BP/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026, Dewan Komisaris Perseroan menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026," tulis mereka dalam keterbukaan informasi pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Yang menarik, pemberhentian sementara ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan. GIAA memastikan semuanya berjalan seperti biasa. "Tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatan operasional Perseroan," kata manajemen.

Di sisi lain, harga saham GIAA justru menunjukkan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan hari ini, saham berkode GIAA ini melemah 2,70% ke level Rp 72 per saham. Tapi kalau dilihat dalam lima hari terakhir, saham ini masih mencatat penguatan sebesar 35,85%.

Perubahan di level direksi memang bisa memicu kekhawatiran investor, tapi dalam kasus ini Garuda menegaskan tidak ada dampak operasional. Artinya, pemberhentian sementara ini lebih bersifat administratif dan internal perusahaan. Sementara itu, pergerakan saham yang sempat naik cukup tinggi dalam sepekan terakhir menunjukkan pasar masih memiliki kepercayaan terhadap fundamental perusahaan, setidaknya untuk saat ini.

PemberhentianDirektur NiagaGaruda IndonesiaSementaraBUMNDewan KomisarisOperasional

Komentar

Memuat komentar...