Gen Z: Menabung Tanpa Mengurangi Nongkrong, Tetap Hemat

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Gen Z: Menabung Tanpa Mengurangi Nongkrong, Tetap Hemat

Gambar atau konten salah?

Aktivitas nongkrong menjadi bagian penting dalam kehidupan Gen Z, namun gaya hidup ini sering menambah tekanan finansial. Banyak yang menghabiskan lebih banyak daripada yang mereka terima, sehingga menabung menjadi sulit.

Dr. Arif Rahman, dosen Ekonomi Pembangunan di Universitas Sumatera Utara, menegaskan bahwa menabung tidak harus menghilangkan kebiasaan nongkrong. Ia menekankan pentingnya mengelola aktivitas tersebut agar tetap seimbang.

“Menabung di kalangan Gen Z sering kali menjadi tantangan, bukan karena tidak adanya kesadaran, tetapi karena tingginya tekanan gaya hidup, khususnya budaya nongkrong yang sudah menjadi bagian dari pola interaksi sosial,” kata Arif kepada detikSumut, Kamis (7/5/2026).

Salah satu langkah pertama yang disarankan adalah mengalokasikan pendapatan sejak awal. Daripada menunggu sisa uang di akhir bulan, sebaiknya setiap kali menerima uang—baik dari orang tua maupun hasil usaha—sebagian langsung disisihkan untuk tabungan. Dengan cara ini, menabung menjadi prioritas, bukan sekadar pilihan.

“Setiap kali memperoleh uang, baik dari orang tua maupun hasil usaha, sebaiknya sebagian langsung disisihkan untuk tabungan sebelum digunakan untuk kebutuhan lain. Ini penting agar menabung menjadi prioritas, bukan sekadar pilihan,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan batas pengeluaran menjadi kunci, terutama untuk aktivitas nongkrong yang fleksibel. Tanpa batas yang jelas, pengeluaran dapat mengalir tanpa kontrol, menurunkan stabilitas keuangan.

“Nongkrong itu sah-sah saja karena punya nilai sosial dan bisa memperluas relasi. Bahkan dalam beberapa kondisi bisa membuka peluang ekonomi. Tapi tanpa batas yang jelas, ini bisa menjadi sumber kebocoran pengeluaran,” katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Gen Z disarankan menetapkan batas pengeluaran secara terukur, baik secara mingguan maupun bulanan. Hal ini membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil.

“Perlu ada alokasi khusus untuk nongkrong, misalnya batas mingguan atau bulanan, sehingga pengeluaran tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan lain, Tidak semua aktivitas nongkrong memberikan nilai yang sama. Ada yang bermanfaat untuk relasi atau ide, tapi ada juga yang sekadar mengikuti tren. Kemampuan menilai value dari setiap pengeluaran ini yang perlu dibangun,” ungkapnya.

Selanjutnya, memisahkan tempat penyimpanan uang menjadi langkah sederhana namun efektif. Dengan memisahkan rekening untuk kebutuhan harian dan tabungan, godaan untuk menggunakan uang yang seharusnya disimpan berkurang.

“Pemisahan antara rekening untuk kebutuhan harian dan tabungan bisa membantu mengurangi godaan untuk menggunakan uang yang seharusnya disimpan. Secara psikologis, ini membuat tabungan lebih terkunci. Mengandalkan uang saku saja sering kali tidak cukup. Gen Z perlu mulai membangun sumber penghasilan tambahan, baik melalui usaha kecil, freelance, maupun pemanfaatan keterampilan digital. Dengan meningkatnya penghasilan, peluang untuk menabung juga semakin besar,” pungkasnya.

Dengan menerapkan alokasi pendapatan awal, batas pengeluaran terukur, dan pemisahan rekening, Gen Z dapat menabung tanpa harus mengorbankan aktivitas sosial. Menabung menjadi kebiasaan yang terstruktur, sehingga keuangan tetap terjaga meski gaya hidup tetap dinamis.

Gen ZNongkrongMenabungPengeluaranBudgetingTabunganKeuanganPengelolaan

Komentar

Memuat komentar...