Google Bayar Rp 14,9 T ke SpaceX, Buka Akses GPU Akan
Gambar atau konten salah?
Google telah memutuskan untuk membayar USD 920 juta (sekitar Rp 14,9 triliun) per bulan kepada SpaceX untuk layanan komputasi awan. Kesepakatan ini memberi Google akses ke kapasitas komputasi SpaceX, termasuk penyewaan 110.000 chip AI buatan Nvidia. Jika kontrak berjalan sampai akhir, nilai totalnya akan melebihi USD 30 miliar (sekitar Rp 488 triliun).
Dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS menunjukkan bahwa penyewaan akan dimulai pada 01 Oktober 2026 dan berakhir pada 01 Juni 2029. Selama periode peningkatan kapasitas hingga 30 September 2026, biaya sedikit dikurangi. Google memiliki hak untuk membatalkan kesepakatan jika SpaceX gagal mengirim GPU tepat waktu, dengan masa tenggang tambahan satu bulan. Setelah 31 Desember 2026, kedua pihak dapat mengakhiri perjanjian dengan memberi pemberitahuan 90 hari sebelumnya.
Seorang juru bicara Google menegaskan bahwa langkah ini adalah perjanjian jangka pendek yang tepat waktu. Tujuannya adalah memastikan Google memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan pelanggan terhadap platform AI mereka, Gemini Enterprise, yang diakui jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal.
Kerja sama ini muncul tepat sebelum SpaceX menggelar Penawaran Umum Perdana (IPO). Valuasi SpaceX diperkirakan akan menembus angka USD 1,8 triliun, yang dapat menobatkan Elon Musk sebagai triliuner dalam dolar AS.
Hubungan bisnis antara Google dan SpaceX sudah lama terjalin. Menurut estimasi, Google kini menguasai sekitar 5% saham SpaceX berkat suntikan investasi besar pada tahun 2015.
SpaceX telah menyiapkan infrastruktur AI dengan langkah strategis awal tahun ini, ketika SpaceX dan startup AI xAI (pencipta chatbot Grok) resmi melakukan merger. Gabungan ini tengah membangun pusat data raksasa, Colossus 1, di Memphis, Tennessee, yang ditargetkan menampung hingga 1 juta GPU. Selain itu, SpaceX juga mengumumkan rencana futuristik untuk mengoperasikan hampir satu juta pusat data melayang yang mengorbit di luar angkasa.
Dalam prospektus terbarunya, SpaceX mencatat telah menghabiskan hampir USD 7,7 miliar untuk keperluan infrastruktur AI pada kuartal pertama tahun fiskal 2026.
Google bukan satu-satunya penyewa di infrastruktur SpaceX. Pada Mei lalu, SpaceX menandatangani kesepakatan dengan Anthropic (pembesut AI Claude) yang memberi akses ke kapasitas Colossus 1. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa xAI saat ini hanya menggunakan sekitar 11% dari total kapasitas Colossus 1.
Kesepakatan ini menandai langkah strategis bagi Google untuk menanggapi permintaan tinggi pada platform AI Gemini Enterprise. Sementara SpaceX memanfaatkan sumber daya komputasi untuk mendukung berbagai proyek AI, termasuk rencana pusat data melayang. Kedua perusahaan berpotensi memperkuat posisi mereka di pasar teknologi AI global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Musim Hujan Terjang Kota Surabaya, Banyak Kerusakan
El Nino 2026 Diprediksi Terkuat Sejarah, Peringatan Global
Telkom Indonesia Ganti Komisaris, Tambah 4 Independen
NASA Kirim Astronot ke Bulan dengan Pakaian Prada Artemis IV
Batas Usia Digital: Indonesia Terapkan Risiko Berbeda
Cincin Emas Romawi 48g Ditemukan di Ladang Somerset
Berita Terbaru
Seleksi SPMB SMAN 1 Tasikmalaya: Tidak Ada Mantan OSIS Masuk
TVS India Luncurkan Skutik 160cc Premium, Pesaing Aerox & Vario
Anjing Liar Berpatroli di Dusun Cimanggu, Damkar Tanggapi
Indonesia Hadapi Mozambik di GBB, 20.00 WIB, Siap Menantang
Banjir Rob Pesisir Jawa Timur 12‑18 Juni 2026 Super New Moon
Puasa 1 Muharram: Pahala Setara 30 Hari, Mulai Tahun Baru
Makanan yang Sering Dipandang Buruk, Faktanya Kaya Nutrisi
Essen Bendera Ribuan Memperlihatkan Antusiasme Piala Dunia 2026
Banjir Musim Hujan Terjang Kota Surabaya, Banyak Kerusakan
