Google Luncurkan Fitur Cegah Panggilan Deepfake Online

Bima J. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Google Luncurkan Fitur Cegah Panggilan Deepfake Online

Gambar atau konten salah?

Penipuan online semakin canggih. Kini, penjahat tidak hanya mengirim pesan teks, melainkan memanfaatkan teknologi AI deepfake untuk meniru suara orang terdekat dengan presisi tinggi. Hal ini membuat korban sulit membedakan antara panggilan asli dan palsu.

Salah satu cara penipuan ini dimulai dengan spoofing nomor. Penipu memanipulasi jaringan menggunakan perangkat lunak berbasis internet sehingga nomor yang muncul di layar ponsel Anda terlihat sama persis dengan nomor asli anggota keluarga, teman, atau atasan. Dengan begitu, korban merasa aman dan tidak curiga.

Setelah panggilan diangkat, penipu menggunakan teknologi deepfake AI. Teknologi ini kini sangat mudah diakses dan mampu meniru suara kontak tersebut secara realistis. Banyak orang tidak dapat membedakannya dari suara asli, sehingga penipu dapat memanfaatkan kepercayaan korban untuk menuntut uang atau data pribadi.

Google mengumumkan fitur deteksi panggilan palsu yang terintegrasi langsung pada aplikasi Phone by Google. Fitur ini bertujuan menahan penipuan penyamaran ini dengan memanfaatkan infrastruktur komunikasi yang sudah ada di perangkat.

Bagaimana fitur ini bekerja? Kuncinya terletak pada komunikasi antar-perangkat yang tidak terlihat oleh pengguna. Jika Anda dan penelepon menggunakan aplikasi Phone by Google, kedua aplikasi akan saling berkomunikasi secara diam-diam di latar belakang. Proses ini tidak memerlukan akses ke panggilan itu sendiri.

Komunikasi tersebut menggunakan jaringan RCS yang dilindungi end-to-end encryption. Konfirmasi ini memastikan panggilan terjadi di antara kedua perangkat keras. Jika penipu mencoba menyamar, sinyal konfirmasi hilang, sehingga sistem dapat mendeteksi anomali.

Ketika sinyal konfirmasi hilang, aplikasi Phone by Google segera menampilkan peringatan bahaya secara real-time di layar. Fitur ini aktif secara default, namun pengguna dapat mematikannya lewat menu pengaturan kapan saja. Hal ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang tidak ingin terganggu.

Fitur deteksi panggilan palsu mulai digulirkan secara global pada bulan ini, pada Jumat, 5 Juni 2026, untuk perangkat yang menjalankan Android 12 atau versi lebih baru. Perangkat pertama yang akan mencicipinya adalah Google Pixel, yang biasanya menjadi pelopor teknologi baru.

Pengguna smartphone Android merek lain—seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan lainnya—bisa tetap mendapatkan perlindungan ini. Caranya cukup mengunduh aplikasi Phone by Google secara gratis melalui Play Store. Setelah diunduh, aplikasi akan menyesuaikan diri dengan sistem operasi.

Setelah diunduh, ubah pengaturan menjadi aplikasi telepon default di perangkat Anda. Dengan demikian, panggilan masuk akan melewati sistem deteksi Google dan terlindungi dari spoofing serta deepfake. Proses ini tidak memerlukan konfigurasi tambahan.

Dengan langkah sederhana ini, pengguna dapat menambah lapisan keamanan tambahan. Fitur ini menandai bahwa teknologi pertahanan siber sedang berkembang, namun tetap bergantung pada integrasi perangkat dan aplikasi. Pengguna tetap harus berhati-hati terhadap panggilan yang mencurigakan.

Penipuan onlineDeepfake AISpoofing nomorDeteksi panggilan palsuGoogle Phone by GoogleRCSEnd-to-end encryption

Komentar

Memuat komentar...