GOTO Akui Saham Dikeluarkan MSCI Berita Buruk

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
GOTO Akui Saham Dikeluarkan MSCI Berita Buruk

Gambar atau konten salah?

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara terbuka mengakui bahwa keputusan MSCI untuk mengeluarkan sahamnya dari indeks merupakan kabar buruk bagi para pemegang saham. Keputusan rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen indeks oleh MSCI ini membuat GOTO keluar dari daftar saham yang tercatat di indeks global milik MSCI.

Audrey Petriny, Head of Corporate Affairs GoTo, menjelaskan bahwa langkah MSCI ini murni bersifat teknis. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut didasarkan pada harga saham GOTO yang terperosok di level Rp 50 dan volume perdagangan yang rendah.

"Kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami. Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GOTO yang berada di level terendah Rp 50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah," ujar Audrey dalam keterangan tertulis pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Namun, Audrey menegaskan bahwa keputusan MSCI ini tidak ada kaitannya dengan kinerja perusahaan. Ia menyebut GOTO justru berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal II-2026 sebesar Rp 252 miliar. Pendapatan bersih perusahaan pada periode yang sama mencapai Rp 5,7 triliun.

Yang lebih penting lagi, EBITDA Grup yang disesuaikan mengalami peningkatan menjadi Rp 1 triliun untuk pertama kalinya. Angka ini menjadi pencapaian baru bagi perusahaan. Audrey optimistis, GOTO mampu mencapai target EBITDA Grup yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Ke depan, Audrey mengatakan bahwa GOTO akan terus menjalin dialog secara aktif dengan MSCI. Perusahaan juga akan fokus pada pengelolaan bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.

"Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI," pungkasnya.

Seperti diketahui, MSCI resmi mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari Global Standard Indexes. Keputusan ini mulai berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Dalam pengumumannya, MSCI menjelaskan bahwa penghapusan GOTO dari indeks didasarkan pada hasil tinjauan MSCI Indonesia Investable Market Index. Tinjauan ini mengacu pada harga saham perusahaan yang dinilai sangat rendah. MSCI menilai ada potensi masalah likuiditas saham GOTO yang sangat rendah.

Menurut MSCI, rendahnya likuiditas saham GOTO terjadi karena harga sahamnya diperdagangkan pada level Rp 50 per saham. Level tersebut tercatat sejak penutupan perdagangan pada 13 Mei 2026.

"Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada tanggal 13 Mei 2026," tulis pengumuman MSCI pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Meskipun GOTO mengklaim kinerja keuangan yang solid dengan laba bersih dan pertumbuhan EBITDA yang positif, harga saham yang stagnan di level minimum Rp 50 menjadi faktor utama yang memicu keputusan MSCI. Ini menunjukkan bahwa valuasi pasar dan persepsi likuiditas bisa berbeda jauh dengan fundamental bisnis internal perusahaan. Dengan volume perdagangan yang tipis sejak Mei 2026, MSCI menilai saham GOTO sulit untuk direplikasi dalam indeksnya, sehingga menimbulkan risiko bagi investor yang melacak indeks tersebut.

GOTOMSCIindeks sahamharga sahamlikuiditasEBITDArebalancing

Komentar

Memuat komentar...