Grand Paviliun RSSA Malang Dibuka, Target Layanan Middle Up
Gambar atau konten salah?
Grand Paviliun baru saja dibuka di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir untuk menandai peluncuran gedung berlantai tujuh ini. Tujuannya: memberi layanan kesehatan standar internasional.
Khofifah menjelaskan bahwa gedung ini dirancang khusus untuk pasien middle up yang menginginkan kualitas dan kenyamanan tinggi. “Ini adalah layanan untuk segmen middle up yang membutuhkan kualitas dan kenyamanan tertentu. Kalau tidak kita siapkan, mereka akan mencari ke luar negeri. Maka saya bilang, tidak perlu ke Singapura atau Malaysia, cukup di RSSA saja,” ujar Khofifah saat peresmian, Rabu 22 April 2026.
Ia juga memuji sistem terintegrasi yang ada. “Menurut saya ini luar biasa. Sistemnya sudah integrated, mulai dari ruang operasi, farmasi, hingga layanan penunjang lainnya ada dalam satu kawasan. Ini memudahkan pasien dan meningkatkan kualitas layanan,” ungkap Khofifah.
Direktur RSSA, dr Moch Bachtiar Budianto, menambahkan bahwa Grand Paviliun memiliki kapasitas total 124 tempat tidur. Saat ini, sekitar 80 tempat tidur sudah dapat dioperasionalkan. Ia menyatakan bahwa operasional gedung sudah berjalan sejak satu tahun yang lalu. “Dalam hampir satu tahun berjalan, responsnya sangat baik dan pendapatannya cukup menjanjikan untuk menopang keseimbangan keuangan rumah sakit,” imbuh Bachtiar.
Bachtiar juga mengungkap perubahan komposisi pasien. Sebelumnya, layanan rumah sakit didominasi oleh pasien BPJS sekitar 90 persen. Kini, dengan hadirnya Grand Paviliun, komposisi BPJS menurun menjadi sekitar 85 persen. “Dengan adanya Grand Paviliun ini, komposisi layanan BPJS menurun menjadi sekitar 85 persen. Ini membantu menciptakan keseimbangan layanan dan pembiayaan,” tuturnya.
Gedung ini tidak hanya menawarkan ruang yang lebih luas, tetapi juga fasilitas medis modern. Rencana pengembangan layanan ke depan meliputi estetika dan terapi stem cell. “Masih banyak potensi pengembangan karena ruang yang tersedia cukup luas. Kami optimistis layanan akan terus bertambah seiring kesiapan SDM dan fasilitas,” pungkasnya.
Dengan fasilitas ini, RSSA berupaya menahan pasien yang biasanya mencari perawatan di luar negeri. Layanan premium ini diharapkan dapat menyeimbangkan keuangan rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas perawatan bagi masyarakat Malang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
