Green School Bali: Pendidikan Ekologi Menanam Generasi Peduli
Gambar atau konten salah?
Memilih sekolah bukan sekadar menilai gedung atau biaya. Bagi banyak orang, kurikulum dan suasana belajar menjadi faktor penting. Green School Bali menonjol dengan menekankan pendidikan berbasis ekologis, menjadikan kesadaran lingkungan pusat perhatian.
Sejarah sekolah ini bermula pada 01 Januari 2008 ketika pasangan John Hardy dan Cynthia Hardy mendirikan lembaga di Desa Abiansemal, Badung. Lokasi strategis tidak jauh dari aliran Sungai Ayung, menambah nilai edukasi alam. Inspirasi pendirian datang dari film dokumenter An Inconvenient Truth dan konsep Three Springs. Awalnya, hanya 90 siswa yang terdaftar, namun kini jumlahnya melampaui 500 orang.
Visi sekolah ini adalah menjadi komunitas pembelajar yang mewujudkan dunia berkelanjutan. Misi utamanya adalah mendidik melalui pembelajaran kewirausahaan yang terintegrasi dengan komunitas, di lingkungan alami tanpa dinding pembatas. Empat pendekatan belajar diterapkan: hubungan holistik antara siswa dengan sesama dan lingkungan, praktik langsung dan partisipasi dalam setiap eksperimen, aksi nyata terhadap permasalahan lingkungan, serta pemahaman perilaku lokal yang berdampak global. Metode learning by doing diharapkan membangun empati dan pemahaman mendalam tentang alam, sehingga siswa menjadi agen perubahan di masa depan.
Fasilitas sekolah dirancang ramah lingkungan. Bangunan-bangunan seluruhnya terbuat dari bambu, bahan yang melimpah di daerah tropis dan mudah terurai. Selain itu, sekolah dilengkapi stasiun kompos, pusat aquaponics, pusat manajemen sampah, laboratorium biobus, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Lingkungan asri, dikelilingi sungai dan pepohonan besar, menciptakan suasana belajar yang tenang serta memberi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem alam.
Green School Bali menawarkan empat jenjang pendidikan: pendidikan usia dini (PAUD) untuk usia 3‑5 tahun, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, sekolah menyediakan kursus singkat bagi masyarakat umum. Biaya bervariasi menurut jenjang dan program; misalnya, biaya tahunan untuk SMA dapat mencapai Rp 300 juta, sementara kursus singkat mulai dari Rp 2,7 juta.
Di bawah naungan Yayasan Kul Kul, ijazah yang dikeluarkan Green School Bali diakui secara resmi oleh negara. Kurikulum yang berbeda dari kurikulum nasional tetap memenuhi standar nasional. Sekolah juga menyediakan layanan konsultasi administrasi ijazah bagi siswa yang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, Green School Bali menonjol sebagai lembaga yang menggabungkan pendidikan formal dengan pelestarian lingkungan. Dengan fasilitas berbahan bambu, sistem energi terbarukan, dan pendekatan pembelajaran berbasis praktik, sekolah ini menyiapkan siswa untuk menjadi pelaku perubahan dalam konteks global yang semakin menuntut kesadaran ekologis. (hsa/hsa)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tim Sepak Bola Indonesia Kalah 2-1 di Piala Dunia
Denpasar: Jadwal Salat 18 Juni 2026, Subuh 05:07 Wita
Mahasiswa Bali: 6 Cara Seru Mengisi Waktu Luang di Bali
Iran Dapat Dana 300 Miliar USD, Setengah Sudah Terpakai
Tiyo Ardianto Jadi Tersangka Laporan ke Polres Tangerang
Pelayaran Nasional Diskon 30% Tiket Kapal Libur Sekolah
Berita Terbaru
Green School Bali: Pendidikan Ekologi Menanam Generasi Peduli
Ronaldo dan Messi: Dua Pemain Piala Dunia Enam Edisi Terakhir
Cuaca Cerah Dominasi Surabaya, Mojokerto Udara Kabur 18 Juni
Tim Sepak Bola Indonesia Kalah 2-1 di Piala Dunia
Surabaya 18 Juni 2026: Jadwal Sholat Lengkap Imsak s/d Isya
Portugal dan RD Kongo Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Denpasar: Jadwal Salat 18 Juni 2026, Subuh 05:07 Wita
Cuaca Jawa Timur 18 Juni 2026: Hujan Ringan, Berawan, Kabut
Portugal dan RD Kongo Seri 1-1 di Piala Dunia 2026
Hujan Membuat Suporter Portugal dan Kongo Semangat di Houston