Ronaldo dan Messi: Dua Pemain Piala Dunia Enam Edisi Terakhir
Gambar atau konten salah?
Cristiano Ronaldo baru saja menandai tonggak sejarah di dunia sepak bola dengan menjadi pemain kedua yang tampil di enam edisi Piala Dunia, bersama Lionel Messi. Rekor ini tercapai pada pertandingan 17 Juni 2026 ketika Messi mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 atas Aljazair di Kansas City.
Kurang dari 24 jam kemudian, Ronaldo menyusul jejak Messi. Ia memulai laga 18 Juni 2026 dari menit pertama ketika Portugal menghadapi Republik Demokratik Kongo di Houston. Kedua pemain ini kini menjadi dua elite yang pernah bermain di enam Piala Dunia berbeda.
Di luar kedua nama besar tersebut, terdapat pemain lain yang menorehkan prestasi serupa. Antonio Carbajal, Rafael Márquez, Andrés Guardado (Meksiko) dan Lothar Matthäus (Jerman) pernah tampil di lima edisi Piala Dunia. Sementara itu, Guillermo Ochoa juga ikut serta di enam edisi, namun ia hanya turun ke lapangan pada 2014, 2018, dan 2022, dan menjadi cadangan pada 2006 serta 2010.
Meski Ronaldo lebih tua dua tahun dari Messi, keduanya memulai karier Piala Dunia pada tahun 2006 sebagai pemain termuda di tim masing-masing. Messi berusia 19 tahun, hanya delapan hari sebelum ulang tahunnya, sedangkan Ronaldo sudah 21 tahun. Setelah debut, keduanya tidak pernah absen dalam lima edisi berikutnya, sehingga kini mereka menjadi pemain paling senior di tim masing-masing pada Piala Dunia 2026.
Jumlah penampilan juga menunjukkan perbedaan. Messi telah bermain 27 kali, menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di antara keduanya, sementara Ronaldo telah menempuh 23 laga. Dalam hal prestasi, Messi sudah menorehkan kemenangan sebagai juara Piala Dunia pada 2022 di Qatar, setelah gagal di final 2014 di Brasil. Di sisi lain, pencapaian terbaik Ronaldo hanya mencapai semifinal pada 2006.
Dengan usia yang tidak lagi muda, Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi turnamen terakhir bagi kedua legenda ini. Pertanyaan yang muncul adalah apakah salah satu dari mereka dapat mengangkat trofi juara di final yang akan diadakan di New York New Jersey Stadium bulan depan. Kita tunggu saja bagaimana kisah mereka berlanjut.
Kesimpulannya, kedua pemain ini menorehkan sejarah yang tak terulang di dunia sepak bola. Mereka telah menunjukkan konsistensi dan dedikasi yang luar biasa, menandai perjalanan panjang mereka dalam setiap edisi Piala Dunia. Selama masih ada kesempatan, mereka tetap menjadi simbol ketangguhan dan keunggulan dalam olahraga ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
