Iran Dapat Dana 300 Miliar USD, Setengah Sudah Terpakai
Gambar atau konten salah?
Iran dikabarkan menerima pendanaan swasta sebesar US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 5.000 triliun untuk mendorong aliran investasi setelah tercapai perdamaian dengan Amerika Serikat. Lebih dari separuh jumlah tersebut telah dikucurkan, menurut sumber yang mengetahui langsung kesepakatan AS‑Iran.
Sumber anonim ini berbicara kepada Reuters karena rencana tersebut belum diumumkan ke publik. Penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada 19 Juni 2026.
Informasi tentang pendanaan swasta untuk Iran sudah pernah dilaporkan sebelumnya. Namun, kali ini Reuters mengungkapkan bahwa lebih dari separuh dana tersebut sudah terpakai. Semua uang tersebut sepenuhnya berasal dari sektor swasta, bukan dari program rekonstruksi atau reparasi, dan tidak akan mencakup uang atau hibah pemerintah.
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika dikatakan telah setuju untuk berkomitmen menyalurkan dana tersebut. Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.
Seorang senior di Iran menyatakan secara terpisah kepada Reuters bahwa Teheran awalnya meminta US$ 400 miliar sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS. Namun, Washington menegaskan tidak akan memberikan kompensasi semacam itu. Ide pendanaan swasta ini, yang akan dinamai “Dana Rekonstruksi dan Pembangunan”, kemudian muncul.
Mekanisme tersebut, menurut sumber Iran, mengatur berbagai cara kontribusi. Cara‑cara itu mencakup pengamanan pinjaman, pembentukan jalur kredit, atau pembiayaan langsung untuk rekonstruksi lokasi‑lokasi yang rusak akibat perang, termasuk fasilitas‑fasilitas seperti kompleks Baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara‑bandara, dan secara lebih luas, infrastruktur yang terkena dampak konflik.
Sumber tersebut menambahkan bahwa pendanaan investasi ini terpisah dari jalur negosiasi paralel terkait pencabutan sanksi AS dan pencairan aset‑aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Pendanaan investasi ini tidak akan dibentuk atau dioperasikan sampai kesepakatan akhir tercapai.
Nota kesepahaman atau MoU antara AS dan Iran, setelah ditandatangani, dimaksudkan untuk mengatur prosesnya selama 60 hari ke depan. Dana itu hanya akan dibentuk setelah kesepakatan akhir ditandatangani. Selama 60 hari ini, administrator pendanaan akan bekerja sama dengan warga Iran dan para investor untuk merencanakan dan menentukan ruang lingkup proyek, sebut sumber tersebut.
Perkiraan jumlah dan jadwal ini menandai langkah penting dalam hubungan AS‑Iran, sekaligus membuka peluang bagi investor swasta di berbagai sektor ekonomi. Dengan pendanaan yang sudah sebagian terpakai, proses rekonstruksi dan pembangunan di Iran dapat dimulai lebih cepat, meskipun masih menunggu persetujuan akhir dan mekanisme operasional yang lebih rinci.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tiyo Ardianto Jadi Tersangka Laporan ke Polres Tangerang
Pelayaran Nasional Diskon 30% Tiket Kapal Libur Sekolah
Halte Titi Banda Gagal, Siapkan Halte Baru untuk TMD
Insentif Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026
Tom Holland & Zendaya Resmi Nikah, Foto AI Menjadi Viral
Galungan & Kuningan 2026: Hari Raya Penuh Harapan
Berita Terbaru
Iran Dapat Dana 300 Miliar USD, Setengah Sudah Terpakai
Penjarahan Hasil Panen Kebun Cot Girek Turunkan Produksi
Prabowo Hindari KTT Rusia-ASEAN, Fokus Urusan Dalam Negeri
Tasu'a & Asyura 2026: Jadwal Puasa di Indonesia & NU
Persib Bandung Hadapi JDT dan Lion City Sailors di ACC
Workshop Google Spreadsheet AI: Tingkatkan Produktivitas Data
Menteri Perhubungan: TBA Tariff Pembahasan Terus Dilanjutkan