Greenland Pulau Terbesar, Australia Benua Terkecil, Ini Alasannya

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Greenland Pulau Terbesar, Australia Benua Terkecil, Ini Alasannya

Gambar atau konten salah?

Dalam pelajaran geografi di sekolah, kita sering mendengar bahwa Greenland adalah pulau terbesar di dunia. Sementara itu, Australia dikenal sebagai benua yang paling kecil. Kalau dilihat di peta, kedua wilayah ini memang terlihat mirip. Keduanya berupa daratan besar yang dikelilingi oleh samudra di semua sisinya.

Luas Australia mencapai sekitar 7.682.300 kilometer persegi. Angka ini hampir empat kali lebih besar dibandingkan Greenland yang luasnya 2.166.086 kilometer persegi. Tapi kenapa Australia tidak disebut sebagai pulau raksasa? Dan kenapa Greenland tidak dianggap sebagai benua?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga Encyclopaedia Britannica, benua diartikan sebagai daratan yang sangat luas. Bagian tengahnya tidak terpengaruh oleh angin laut. Sedangkan pulau adalah daratan yang dikelilingi oleh air. Definisi yang hanya berdasarkan ukuran ini ternyata bisa ditafsirkan berbeda-beda. Sulit untuk mencapai kesepakatan.

Para ilmuwan, dengan data dari NASA dan Live Science, akhirnya menetapkan tiga indikator utama. Indikator ini yang membedakan Australia dan Greenland secara ilmiah.

Pertama, karakteristik geologis. Perbedaan paling mendasar ada di bawah permukaan bumi. Secara geologis, Australia berdiri di atas lempeng tektoniknya sendiri. Lempeng ini disebut Lempeng Australia. Inilah yang membuat Australia memenuhi syarat sebagai benua yang mandiri.

Sebaliknya, Greenland secara geologis merupakan bagian dari Lempeng Amerika Utara. Meskipun posisinya terus bergerak menjauh selama jutaan tahun, secara struktural Greenland tetap menempel pada kerak benua Amerika Utara. Karena itu, Greenland hanya dihitung sebagai sebuah pulau.

Kedua, sisi biologis. Dari segi evolusi makhluk hidup, Australia adalah wilayah yang terisolasi secara ekstrem. Isolasi ini berlangsung selama jutaan tahun. Akibatnya, Australia memiliki flora dan fauna yang endemik. Artinya, hewan dan tumbuhan ini hanya bisa ditemukan di Australia, tidak di tempat lain. Contohnya adalah kanguru, koala, dan pohon eukaliptus.

Sementara itu, keanekaragaman hayati di Greenland tidak bersifat eksklusif. Sebagian besar spesies hewan dan tumbuhan di Greenland memiliki banyak kesamaan dengan spesies di wilayah lingkar Arktik lainnya. Misalnya beruang kutub, serigala, dan berbagai vegetasi tundra. Spesies ini juga bisa ditemukan di Kanada dan Skandinavia.

Ketiga, sisi antropologis. Faktor manusia dan budaya juga menjadi pembeda yang kuat. Australia memiliki suku asli Aborigin. Suku ini adalah kelompok antropologis yang unik. Sejarah, genetik, dan budaya suku Aborigin hanya berkembang secara spesifik di daratan Australia.

Di sisi lain, penduduk asli Greenland adalah suku Inuit. Suku ini tidak hanya mendiami Greenland. Rekam jejak antropologis menunjukkan bahwa garis keturunan dan budaya suku Inuit tersebar luas di seluruh wilayah kutub utara. Mulai dari Kanada, Alaska (Amerika Serikat), hingga Siberia (Rusia).

Jadi, meskipun ukurannya lebih kecil, Greenland tetap disebut pulau. Dan meskipun lebih besar, Australia tetap disebut benua. Perbedaan ini bukan hanya soal luas wilayah. Tapi juga soal lempeng tektonik, keanekaragaman hayati, dan sejarah manusia.

GreenlandAustraliapulaubenualempeng tektonik

Komentar

Memuat komentar...