Satu Sampel Anjing di Jembrana Positif Rabies
Gambar atau konten salah?
Hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar sudah keluar. Satu sampel otak anjing yang menggigit tiga orang di sebuah acara hajatan di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, dinyatakan positif rabies.
"Hasil resmi secara fisik belum kami terima, namun informasi (hasilnya) sudah kami terima melalui pesan elektronik. Dari dua sampel yang dikirim, satu sampel positif di Desa Tegal Badeng Timur," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, saat dikonfirmasi pada Minggu, 21 Juni 2026.
Dua sampel hewan penular rabies (HPR) dari Jembrana sebelumnya dikirim ke BBVet Denpasar. Hasil uji laboratorium yang keluar per 21 Juli 2026 menunjukkan satu sampel positif dan satu sampel lainnya negatif.
Sugiarta menegaskan Distan Pangan Jembrana akan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas. Distan Jembrana juga akan mengerahkan tim ke lokasi penemuan kasus rabies dan segera melakukan vaksinasi darurat.
"Kami akan tindaklanjuti dengan vaksinasi emergency (darurat) terlebih dahulu di wilayah kasus gigitan," jelas Sugiarta.
Sebelumnya, tiga warga diserang anjing dalam sebuah acara hajatan di Desa Tegal Badeng Timur, Jembrana, pada Senin, 15 Juni. Seekor anjing ras pejantan berusia sekitar 3 tahun tiba-tiba datang dan mengamuk di lokasi acara.
Anjing berbulu cokelat kekuningan tersebut langsung menyerang warga yang sedang berkumpul. Meski sempat diusir, anjing agresif itu tetap kembali menyerang. Hewan tersebut baru meninggalkan lokasi setelah dilempar dan diusir secara paksa oleh warga.
Tiga warga yang menjadi korban gigitan anjing tersebut mengalami luka-luka. Identitas para korban adalah Sodikun (47) yang mengalami luka gigitan pada betis kiri. Dua korban lainnya adalah balita yakni Husain (5) dan Nara (4).
Keesokan harinya, anjing tersebut ditemukan mati. Pemilik anjing disebut sedang sakit sehingga hewan peliharaannya kurang terawat.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan terhadap hewan peliharaan yang tidak terawat. Vaksinasi darurat menjadi langkah pertama yang diambil untuk mencegah penyebaran rabies lebih luas di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
