Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla

Dani L. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya pencegahan karhutla. Ia menegaskan bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan sekaligus jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat. Ajakan ini disampaikan pada kuliah umum bertema “Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi”.

Acara tersebut digelar oleh PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, di Auditorium Unifac UNJA. Selain Al Haris, hadir juga Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Bima Suprayoga, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kuliah umum dibuka langsung oleh Rektor UNJA, Prof Dr Helmi SH MH.

Al Haris menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni maupun Masyarakat Peduli Api. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa yang selama ini aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan sosial lainnya. “Selama ini pencegahan karhutla seolah-olah hanya menjadi tugas satgas. Padahal mahasiswa juga punya peran besar karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat,” kata Al Haris, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (11 Juni 2026).

Ia mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas belajar mengajar, hingga melumpuhkan transportasi dan perekonomian daerah. “Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas belajar mengajar, hingga melumpuhkan transportasi dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Al Haris juga mengutip pengalaman di tahun 2015 dan 2019. “Pada 2015 dan 2019 kita pernah merasakan dampaknya. Aktivitas masyarakat terganggu, kesehatan terdampak, bahkan transportasi ikut terhambat. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting,” katanya. Ia menekankan bahwa pencegahan lebih penting daripada penanggulangan setelah kebakaran terjadi.

PT WKS melalui kuliah umum tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan penguatan deteksi dini. Kegiatan juga diisi dengan simulasi pemadaman karhutla di lingkungan kampus untuk memperkenalkan sarana dan prasarana penanganan kebakaran kepada mahasiswa. GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka, mengatakan kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko karhutla. “Kami berharap tercipta pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah paling penting dalam melindungi hutan. Ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mendukung mitigasi karhutla di berbagai wilayah operasional,” ujarnya. Ia menambahkan, “Melalui kegiatan ini, kami juga berharap tercipta pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama dalam melindungi hutan dan lingkungan.”

Rektor UNJA, Prof Helmi, menyatakan pihak kampus siap mendukung langkah kolaboratif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui peran aktif sivitas akademika. “Universitas Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Jambi yang bebas asap, sehat, dan lestari,” katanya. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Sebab, mencegah karhutla bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama demi menjaga hutan dan masa depan Jambi,” tutup dia.

Acara ini menegaskan bahwa pencegahan karhutla memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keamanan, masyarakat, dan civitas akademika. Melalui edukasi, simulasi, dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini semakin melekat. Dengan dukungan aktif mahasiswa, harapan akan Jambi yang lebih bersih, sehat, dan lestari menjadi lebih nyata.

KarhutlaUniversitas JambiMahasiswaPencegahan KebakaranDeteksi DiniPenyuluhan LingkunganKolaborasi Lintas Sektor

Komentar

Memuat komentar...