Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter

Sigit W. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter

Gambar atau konten salah?

Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), mengumumkan kenaikan harga BBM non‑subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Perubahan ini mencakup Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95).

Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini tidak memengaruhi BBM subsidi, yaitu Pertalite dan BioSolar.

Simon menjelaskan, “Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian Masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM non‑subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar Internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.” Ia mengutip pernyataannya di Instagram @pertamina pada 11 Juni 2026.

Selain SPBU Pertamina, penyesuaian harga juga diterapkan di SPBU milik badan usaha swasta. Simon menegaskan, “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik‑titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta.”

Untuk BBM subsidi, tidak ada perubahan harga. Simon menyatakan, “Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp 10.000 per liter dan BioSolar di harga Rp 6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.”

Pertamina menegaskan komitmen menjaga pasokan energi nasional meski menghadapi tantangan global. Ia mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak, “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi.”

Perubahan harga ini menandai upaya Pertamina menyesuaikan diri dengan kondisi pasar internasional, sambil tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Kenaikan hanya berlaku untuk BBM non‑subsidi, sementara harga subsidi tetap stabil, menunjukkan kebijakan yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kemampuan konsumen.

PertaminaBBM non‑subsidiPertamaxPertamax Greenharga BBMgeopolitik globalSPBUSubsidi

Komentar

Memuat komentar...