Harga BBM Pertamax Naik, Biaya Isi Full Forza Xmax Meningkat
Gambar atau konten salah?
Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Banyak rider mengeluhkan biaya tambahan ini, karena motor mereka biasanya sudah memiliki biaya operasional yang tinggi. Sementara itu, harga bahan bakar yang lebih mahal juga memengaruhi harga jual motor baru. Namun, bagi banyak orang, skutik premium tetap menjadi pilihan utama karena kenyamanan dan performa.
Motor Honda Forza, yang diproduksi oleh PT Astra Honda Motor (AHM), memiliki kapasitas tangki sebesar 11,7 liter. Dengan harga baru, biaya untuk mengisi penuh menjadi Rp 190.125. Para rider Forza harus menambah Rp 46.215 dibandingkan harga sebelumnya.
Motor Yamaha Xmax memiliki tangki lebih besar, yakni 13 liter. Sekali mengisi penuh, biaya yang dikeluarkan adalah Rp 211.250, tambahan Rp 51.350 dibandingkan harga lama.
Menurut data resmi pabrikan, kompresi mesin Forza adalah 1:10,2 dan Xmax 1:10,5. Karena rasio kompresi tinggi, penggunaan BBM dengan oktan minimal RON 92, seperti Pertamax, sangat dianjurkan untuk menghindari mesin mengelitik dan menjaga keawetan komponen. Kompresi tinggi berarti mesin memerlukan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi untuk mencegah detonasi. Jika tidak, mesin bisa mengalami kerusakan jangka panjang. Oleh karena itu, pemilik Forza dan Xmax disarankan untuk selalu menggunakan Pertamax atau bahan bakar sejenis.
Berikut harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026:
- Pertamax – Rp 16.250 per liter (sebelumnya Rp 12.300 per liter)
- Pertamax Green 95 – Rp 17.000 per liter (sebelumnya Rp 12.900 per liter)
- Pertamax Turbo – Rp 20.750 per liter (tetap)
- Dexlite – Rp 23.000 per liter (tetap)
- Pertamina Dex – Rp 24.800 per liter (tetap)
Dengan kenaikan harga ini, para rider skutik premium harus menyesuaikan anggaran mereka. Meskipun biaya pengisian penuh meningkat, penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi tetap penting untuk kinerja mesin. Kenaikan ini juga berdampak pada biaya perawatan, karena bahan bakar yang lebih mahal dapat memengaruhi konsumsi dan emisi. Namun, bagi sebagian besar rider, perbedaan harga masih dianggap wajar. Banyak rider tetap memilih skutik premium karena keunggulan dalam kenyamanan dan jarak tempuh per liter, sehingga investasi tambahan tersebut dianggap sebanding dengan manfaat yang didapat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Wuling Huajing S: SUV hybrid premium di Kuala Lumpur
Suzuki Fronx Sport Diperkenalkan di Negeri Jiran Baru
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
Pajak Tahunan Fortuner vs Pajero Sport Jakarta 2026
Berita Terbaru
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
