Harga Brent Naik 1,21% Karena Iran Tolak Negosiasi AS

Guntur P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Harga Brent Naik 1,21% Karena Iran Tolak Negosiasi AS

Gambar atau konten salah?

Harga minyak mentah global naik pada perdagangan 26 Maret 2026, dipicu oleh pernyataan Iran yang menolak pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Pergerakan harga ini mencerminkan ketegangan di wilayah Timur Tengah yang terus memengaruhi pasokan minyak global.

Menurut CNBC International, pada 26 Maret 2026, harga Brent melonjak 1,21% menjadi US$ 103,46 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,35% menjadi US$ 91,54 per barel. Kenaikan ini terjadi pada saat pasar global menilai risiko gangguan pasokan akibat ketegangan politik.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan komunikasi yang selama ini terjalin melalui mediator bukan berarti sebuah bentuk negosiasi resmi dengan negeri Paman Sam. Araghchi menekankan bahwa setiap komunikasi melalui mediator tidak setara dengan perundingan resmi.

Media pemerintah Iran melaporkan Iran akan menolak tawaran gencatan senjata dari AS. Iran juga menetapkan syarat-syarat sendiri untuk mengakhiri konflik tersebut. Iran menolak gencatan senjata yang ditawarkan oleh AS, menuntut syarat-syarat tertentu sebelum membahas akhir konflik.

Pernyataan ini muncul di tengah perbedaan keterangan antara AS dan Iran. Selasa lalu, Trump mengklaim AS dan Iran sedang bernegosiasi. Trump mengaku telah membatalkan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena merasa proses negosiasi sedang berjalan, namun klaim tersebut dibantah keras oleh Republik Islam. Trump menyatakan bahwa proses negosiasi sedang berlangsung, namun pernyataan tersebut tidak diakui oleh pihak Iran.

Harga minyak yang terus naik mencerminkan ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasokan global. Ketidakpastian di wilayah Timur Tengah tetap menjadi faktor utama memengaruhi pasar energi. Fluktuasi harga minyak ini menandai ketidakpastian yang terus berlanjut di pasar energi global.

Harga minyak mentah globalIran menolak pembicaraanketegangan Timur TengahBrentWTIASnegosiasipasokan minyak

Komentar

Memuat komentar...