Harga Kartu Memori & Flashdisk Naik 123% Tahun Lalu 2024
Gambar atau konten salah?
Harga kartu memori dan flashdisk (USB drive) melonjak rata‑rata 123 % dibandingkan tahun lalu, menurut temuan terbaru Tom’s Hardware yang merujuk pada investigasi PCWorld.
Angka tersebut hanyalah nilai tengah. Dalam contoh ekstrem, harga kartu memori Lexar Blue microSDXC UHS‑I berkapasitas 256 GB melambung 261 % secara tahunan. Tak ada satu pun sampel yang menunjukkan harga tetap atau turun. Setiap grafik harga yang dianalisis selalu naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Alasannya, kartu memori dan flashdisk masih menggunakan chip NAND yang diproduksi pada jalur wafer yang sama dengan cip untuk SSD. Perbedaan utama terletak pada klasifikasi kualitas chip, bukan pada proses pembuatan.
Para pelanggan pusat data AI kini bersedia membayar mahal demi chip NAND berkualitas tinggi. Pabrikan chip dengan senang hati memprioritaskan pesanan besar ini dan mengoptimalkan jalur produksinya. Akibatnya, pasokan chip NAND kelas bawah—yang biasanya dipakai untuk kartu memori dan USB drive—menjadi sangat terbatas di pasar.
Situasi menekan ini memaksa beberapa merek besar untuk lebih fokus pada lini produk premium. Pada awal bulan ini, SanDisk nekat merilis kartu SD berkapasitas 2 TB dengan harga mencengangkan, yaitu USD 2.000 atau sekitar Rp 32 juta. Harga tersebut sudah termasuk potongan diskon USD 500 (sekitar Rp 8 juta).
Meski krisis pasokan ini diprediksi tidak akan bertahan selamanya, masih belum jelas kapan harga akan kembali normal. Beberapa pengamat berpendapat bahwa situasi harga selangit ini dapat berlangsung hingga 2027. Pihak lain menyoroti penurunan harga RAM DDR5 baru-baru ini sebagai bukti bahwa koreksi pasar sudah mulai berjalan.
Perubahan ini menegaskan ketergantungan industri pada rantai pasokan chip NAND. Ketika permintaan tinggi dari sektor AI memaksa prioritas produksi, pasokan untuk produk konsumen berkurang. Akibatnya, harga kartu memori dan flashdisk melonjak drastis, sementara produsen bersusah payah menyesuaikan lini produksi. Situasi ini menunjukkan dinamika pasar yang cepat berubah, di mana kebutuhan industri besar dapat menggeser fokus produksi dan memengaruhi harga barang konsumen secara signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Motorola Razr Fold Hanya Rilis 1 Varian RAM di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp25,5 Juta
Motorola Luncurkan Moto Buds 2 Plus dan Moto Buds 2 di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp 29,9 Juta
Tecno Pova 8 5G Resmi, Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
