Harga Minyak AS Melonjak 2,7% Usai Serangan ke Iran

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak AS Melonjak 2,7% Usai Serangan ke Iran

Gambar atau konten salah?

Harga minyak Amerika Serikat melonjak hampir 3 persen setelah Washington melancarkan serangan ke Iran dan kembali memberlakukan sanksi perdagangan. Ketegangan antara kedua negara kembali memanas, memicu serangkaian serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Minyak mentah berjangka AS naik 2,7 persen menjadi 72,40 dolar AS per barel. Sementara itu, harga obligasi Treasury 10 tahun turun tujuh poin. Para pedagang mulai memperhitungkan risiko kenaikan inflasi dan suku bunga.

"Jelas pasar tidak menyukai serangan ini, tetapi ini bukan mode panik sepenuhnya," kata Ahli Strategi Senior BNZ di Wellington, Jason Wong, Rabu (8 Juli 2026).

Wong mengatakan ketahanan pasar minyak dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan guncangan besar terhadap pasokan. Data minggu ini mencatat stok minyak mentah di Cadangan Minyak Strategis AS mencapai level terendah sejak 1983.

Serangan AS ini menjadi tantangan terbaru terhadap gencatan senjata yang disepakati bulan lalu. Sasaran serangan meliputi pertahanan udara hingga pengawasan pantai Iran.

Washington juga mencabut konsesi yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak di pasar global. Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, langkah itu melanggar perjanjian kerangka kerja untuk mengakhiri perang.

Di pasar mata uang, dolar AS yang sempat turun dari level tertinggi baru-baru ini tetap stabil. Euro kembali bergerak sedikit di atas 1,14 dolar AS, dan dolar Australia berada di 0,6925 dolar AS.

Kontrak berjangka Nikkei mengindikasikan penurunan saham Jepang. Kontrak berjangka S&P 500 turun sekitar 0,1 persen. Indeks Wall Street juga melemah setelah penurunan tajam saham Samsung Electronics.

Serangan dan sanksi ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global. Investor kini mengamati dampak jangka panjang terhadap pasokan minyak dan stabilitas kawasan Teluk.

harga minyakserangan ASIransanksi perdaganganSelat Hormuzobligasi TreasuryinflasiCadangan Minyak Strategis

Komentar

Memuat komentar...