Psikolog Ungkap Gangguan Tidur Pemicu Emosi Usai Nonton Bola

Dian P. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Psikolog Ungkap Gangguan Tidur Pemicu Emosi Usai Nonton Bola

Gambar atau konten salah?

Menonton pertandingan sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyenangkan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang justru merasa kesal seharian setelah laga berakhir. Kekalahan tim favorit sering menjadi penyebab utama. Tapi ada faktor lain yang tidak kalah menjengkelkan, seperti keputusan wasit yang dianggap tidak adil.

Perasaan kecewa ini tidak selalu datang dari hasil akhir pertandingan. Drama yang terjadi di luar lapangan sering memicu perdebatan sengit di media sosial. Jika terus diikuti, perdebatan itu bisa menguras tenaga dan emosi secara berlebihan.

Psikolog klinis dari Siloam Heart Hospital, Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi, mengatakan bahwa perubahan suasana hati setelah menonton bola adalah hal yang wajar. Terutama pada turnamen bergengsi seperti Piala Dunia. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab utama di balik perubahan emosi ini.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah gangguan pola tidur. Ketika jadwal tidur berantakan, kemampuan otak untuk mengatur emosi ikut terganggu. "Mood itu dipengaruhi oleh pola tidur yang sehat. Pola tidur itu kenapa harus sehat? Karena mempengaruhi prefrontal cortex, sama hipokampus. Merekalah yang mengelola emosi kita," ujar Ana, sapaan akrabnya, saat berbincang di Cinere, Depok, pada 4 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa kombinasi antara kurang tidur dan kekalahan tim kesayangan menjadi pemicu utama. "Sudah tidurnya kurang, sudah gitu tim idolanya kalah, akhirnya emosinya benar-benar berantakan. Ya, pasti itu berpengaruh," jelasnya.

Perubahan emosi setelah menonton sepak bola sebenarnya adalah respons alami. Namun penting untuk menyadari bahwa pola tidur yang buruk bisa memperparah keadaan. Mengelola ekspektasi dan menjaga istirahat cukup bisa menjadi cara sederhana untuk menghindari suasana hati yang buruk setelah pertandingan.

perubahan suasana hatisepak bolapola tidurkekalahan timemosipsikologdrama pertandingan

Komentar

Memuat komentar...