Harga Minyak Dunia Naik 5% Setelah Serangan Israel ke Iran

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak Dunia Naik 5% Setelah Serangan Israel ke Iran

Gambar atau konten salah?

Harga minyak dunia mengalami kenaikan sebesar 5% setelah serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap fasilitas gas utama Iran, yaitu South Pars, pada Rabu, 18 Maret 2026. Kenaikan ini memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya inflasi global.

Menurut laporan, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global naik 5% menjadi US$ 108,66 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi barometer harga minyak AS mengalami kenaikan 2,5% menjadi US$ 98,65 per barel. Selisih harga WTI terhadap Brent pun melebar ke level tertinggi sejak Mei 2019 akibat kekhawatiran tentang konflik yang berkepanjangan.

South Pars adalah ladang gas terbesar di dunia dan terletak di lepas pantai Provinsi Bushehr, Iran Selatan. Berita mengenai serangan ini awalnya dilaporkan oleh media pemerintah Iran. Tak lama setelah itu, Garda Revolusi Iran mengancam untuk menyerang infrastruktur minyak dan gas di negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang bisa meningkatkan risiko gangguan pasokan energi di kawasan tersebut.

Pada sore hari di Rabu tersebut, otoritas Qatar melaporkan adanya kebakaran di fasilitas gas Ras Laffan setelah serangan rudal balistik dari Iran. Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan bahwa kebakaran tersebut berhasil dikendalikan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasan dari Teheran terhadap negara-negara Teluk, telah mengganggu ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah dan memaksa penghentian produksi. Jika gangguan ini berlanjut, para ahli memperkirakan bahwa ekonomi global dapat mengalami inflasi yang lebih tinggi.

Konflik yang terjadi telah menyebabkan sebagian besar pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti. Selat ini dilalui sekitar 20% dari pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global. Diperkirakan, pemangkasan produksi minyak di Timur Tengah dapat mencapai 7 juta hingga 10 juta barel per hari, atau sekitar 7% hingga 10% dari total permintaan global.

Dengan situasi yang tidak menentu ini, dampak terhadap ekonomi global dan kestabilan harga energi masih harus diperhatikan secara serius.

harga minyakinflasi globalserangan IsraelSouth Parskonflik Iranekspor energiSelat Hormuzkebakaran Qatar

Komentar

Memuat komentar...