Harga Minyak Mentah Dunia Naik 2,7% di Tengah Konflik Timur Tengah

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak Mentah Dunia Naik 2,7% di Tengah Konflik Timur Tengah

Gambar atau konten salah?

Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Brent naik US$ 3,09 atau 2,74% menjadi US$ 115,66 per barel. West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik US$ 2,92 atau 2,93% menjadi US$ 102,56 per barel.

Lonjakan ini menandai kenaikan bulanan tertajam dalam sejarah harga minyak. Brent telah naik 59% hanya dalam satu bulan, lebih tinggi daripada fluktuasi pada Perang Teluk 1990.

Perubahan ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang semakin meluas. Konflik tidak lagi terkonsentrasi di Teluk Persia, tetapi sekarang meluas ke Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Ini adalah titik jalur pelayaran paling krusial di dunia, tulisan Analis JP Morgan, Natasha Kaneva.

Serangan Houthi dari Yaman menarget Israel akhir pekan lalu menandai fase baru konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keamanan jalur pelayaran di Semenanjung Arab dan Laut Merah.

Data Kpler menunjukkan Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak dari Selat Hormuz ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah, volume 4,6 juta barel per hari. Jika jalur Yanbu terganggu, Arab Saudi harus memutar jauh melalui pipa di Mesir menuju Mediterania (SUMED).

Walaupun ada upaya gencatan senjata, serangan di kawasan tersebut justru meningkat akhir pekan lalu, bahkan merusak terminal Salalah di Oman. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan pada Jumat pekan lalu, ditutup melesat 4,2%.

Di sisi lain, Iran menyatakan kesiapan membalas jika terjadi serangan darat oleh AS. Iran menuduh AS sedang mempersiapkan serangan ke darat, meskipun AS mengaku sedang berupaya negosiasi.

Konflik yang meluas ke Selat Hormuz menutup jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Perubahan rute dan potensi gangguan di Yanbu menambah ketidakpastian bagi pasar minyak global.

Secara keseluruhan, harga minyak mencerminkan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, memengaruhi pasokan dan harga di pasar dunia. Kenaikan harga yang drastis menunjukkan dampak langsung dari konflik di wilayah strategis tersebut.

BrentWTIKonflik Timur TengahLaut MerahBab el-MandebYanbuSelat Hormuz

Komentar

Memuat komentar...