Henry Kritik Ronaldo: Tidak Maksimalkan Serangan Portugal
Gambar atau konten salah?
18 Juni 2026 menandai pertandingan Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kongo yang berakhir pada skor 1-1. Di tengah ketegangan, mantan striker top, Thierry Henry, mengangkat nada kritik terhadap performa Cristiano Ronaldo.
Henry, yang pernah meraih trofi Piala Dunia pada 1998 bersama Prancis, menilai serangan Portugal yang menjanjikan tidak dimaksimalkan. Dalam satu kejadian, serangan dari sayap kanan berakhir dengan umpan tarik ke arah Bruno Fernandes. Ronaldo langsung menembak, namun tembakan itu melenceng. Henry menyebut tindakan tersebut sebagai egoisme.
"Satu hal yang penting, orang-orang merasa gembira di rumah, tim butuh mencetak gol. Bukan kamu yang butuh membutuhkannya..."
Ia melanjutkan, "Karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke dalam jalurnya Bruno Fernandes. Jika dia ingin masuk ke kotak 6 yard, bek akan harus mengikuti dia terus, sehingga itu akan jadi sebuah gol mudah saja untuk Bruno Fernandes."
Henry menambahkan, "Namun, karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke jalur back pass, Anda bisa melihat ada dua pemain di sana dan situasi itu jadi lebih gampang diblok. Dan itulah intinya: tim butuh mencetak gol, bukannya kamu."
"Apakah Anda melihat reaksi Bruno Fernandes di sana, dia seperti: 'Biarkan bolanya bergulir, larilah, ciptakan ruang, sehingga aku bisa melakukan sontekan'. Tapi itu kan tidak terjadi," Henry menambahkan usai Portugal diimbangi Kongo.
Di media sosial, seorang analis sepakbola, Marc Geschwind, menanggapi komentar Henry. Ia mengungkapkan, "Really good analysis from Henry. This is the Ronaldo issue right now. He's playing as a 9, but he's never been a 9 and he's not acting as a 9. Not giving Portugal those traits and it hurt them today."
Reaksi Henry menyoroti ketidaksesuaian peran Ronaldo di lapangan. Menurutnya, Ronaldo tidak berperan sebagai striker sejati, sehingga tim kehilangan peluang penting. Kritik ini muncul di tengah ekspektasi tinggi terhadap performa Portugal di turnamen dunia.
Perdebatan ini menambah ketegangan di antara para penggemar sepakbola, menanyakan apakah Ronaldo akan menyesuaikan gaya bermain untuk mendukung timnya di Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
